190 media online secara resmi mendeklarasikan diri dalam wadah Ikatan Media Online (IMO) Indonesia di Hotel Grand Cempaka, Jakarta,

0
708

REPORTASEBALI.COM – 190 media online secara resmi mendeklarasikan diri dalam wadah Ikatan Media Online (IMO) Indonesia di Hotel Grand Cempaka, Jakarta, Jumat, 27 Oktober 2017. Deklarasi Ikatan Media Online (IMO) Indonesia dihadiri sekitar 300 peserta Media Online se-Indonesia. Acara yang digelar dihadiri Wakil Ketua BPK RI,  Ketua Umum IMO,  Yakub F. Ismail,  Ketua Umum IPJI, Taufiq Rahman dan seluruh DPW perwakilan media online se- Indonesia.
 
Acara diawali dengan pelantikan Ketua DPW IMO dari 34 Provinsi se-Indonesia. Yakub Ismail dalam sambutannya menyampaikan terima kasih dan penghargaan atas dukungan semua pihak terutama para wartawan online di daerah yang hadir mengikuti deklarasi. 
 
Dikatakan Yakub, visi dibentuknya organisasi media siber di Indonesia ini untuk menangkal pemberitaan tak bertanggungjawab atau berita hoaks. Yakub menambahkan, komitmen IMO-Indonesia menjadi organisasi media online yang berimbang dan sanggup menyatukan perbedaan.
 
“IMO-Indonesia berdiri salah satunya untuk memperjuangkan regulasi terhadap industri media online,” jelas Yakub Ismail di Jakarta, Jumat, 27 Oktober 2017.
 
Industri pers, menurut Yakub, mengalami perubahan. Kebutuhan informasi saat ini bisa dengan mudah terdistribusi dan diakses secara real time. Dengan begitu, kata Yakub, media online mulai diperhitungkan sebagai media masa depan.
 
Deklarasi Ikatan Media Online (IMO) Indonesia juga dihadiri oleh Wakil Ketua BPK RI, Bahrullah Akbar, Kepala Pusat Penerangan Kemendagri, Arief M. Edie dan Firman Wijaya dari LPJK.
 
Kepala Pusat Penerangan Kemendagri, Arief M. Edie menyebutkan, dengan terbentuknya asosiasi media online, pihaknya meyakini setiap pemilik media online sepakat menepis pemberitaan yang merugikan.
 
Arief menekankan untuk menghindari tindakan plagiarisme karena sangat mengganggu dan tak bertanggungjawab.
 
“Plagiarisme sendiri sikap tak bertanggungjawab karena dengan mengambil berita sepotong, pesan asli yang akan disampaikan justru hilang. Dengan begitu diharapkan menjadi media yang sangat sehat,” jelas Arief.
 
Arief juga menekankan mendekati Pemilu 2019 media online diharapkan saling memberikan penyiaran yang positif(DM)

Baca Juga :   Didampingi Gubernur Kepri, Ketum JMSI Bacakan Deklarasi Natuna