Banjar Tengkulak Kaje siap Dukung AMAN

0
600

REPORTASEBALI.COM – Antusias serta dukungan masyarakat Kabupaten Gianyar terhadap Paslon Bupati dan wakil Bupati Agus Mahayastra – Agung mayun terus mengalir. Ini terbukti dari setiap simekrame di banjar Tengkulak Kaje desa pakraman Kemenuh Gianyar hari Senin 7 mei 2018.
 
Kelian Tempek I Ketur Sukra dalam kesempatan ini mengajak warga untuk ikut mensukseskan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati mendukung Paket AMAN.
 
Banjar Tengkulak Kaje terdiri dari 6 tempek 2 banjar dinas dan memiliki jumlah pemilih 2500 orang lebih. Dalam simekrame ini diharapkan warga bisa lebih mengenal sosok dari Agus Mahayastra – Agung mayun.
 
Agus Mahayastra menjelaskan saya didampingi Pak Nyoman Parta sudah 3 kali jadi anggota DPR Provinsi Bali agar sekarang pernah memiliki anggota DPR RI dari kader-kader gianyar mudahan diberi kesempatan oleh Ibu Megawati menjadi calon DPP, juga ada Ibu Yuni disini banyak mendapatkan suara disini jadi DPR Provinsi, Putu Pebri anggota DPR satu kali, koalisi dari Hanura.
 
Dalam kesempatan ini Agus Mahayastra juga menyampaikan sebelum menjadi wakil Bupati diundang Bapak Jokowi ke Istana Bogor mewakili Bapak Bupati karna sakit untuk menjelaskan situasi masing- masinh daerah baik ekonomi makro tetapi kali ini beda 2 tahun belakangan situasi sangat gawat dan mencemaskan seperti tahun 1965. Setelah dari Pak SBY ke Pak Jokowi sebelumnya tumbuh paham radikalisme ingin mengganti ideologi Pancasila dengan syariat Islam yang dimotori HTI dan MPI dan ormas-ormas radikal lainya masuk kampus menyusup ke NU dan Muhamadiah berkumpul di Istana Gelora Bung Karno disanalah pak Jokowi melihat. Jeleknya lagi ini disiarkan oleh TVRI besoknya Pak Jokowi langsung ke Mabes Polri, NU, Muhamadiah mengundang semua ormas dan mengatakan saya akan bersihkan ini.
 
Setelah itu datang ke Bali namun tidak dipublikasikan setelah sembahyang balik ke Jakarta mengimpulkan semua menteri untuk menyelamatkan negeri ini nyawa saya taruhanya kata Jokowi. Setelah itu Jokowi membuat PERPU pembubaran ormas-ormas yang anti Pancasila seperti FPI dan ormas lainya.
 
Namun dalam hukum ketatanegaraan sebelum PERPU keluar harus disahkan DPR RI disalanalah partai-partai itu diuji mana yang anti Pancasila atau yang mendukung Pancasila seperti PDIP termasuk Hanura untuk itu masyarakat berpikir seribukali dan berhati-hati memilih partai dan calon.
 
Saya dari Payangan dulu maju jadi wakil Bupati paket BAGUS ( Barata – Agus Mahayastra ) prioritas 5 bidang pembangunan diantaranya infrastruktur jalan sekarang sudah di hotmix , pura- pura sudah diperbaiki, pendidikan, kesehatan sudah berjalan dananya dari APBD. Sekarang melebur jadi Paket AMAN berpasangan dengan Agung Mayun.
 
Bidang kesehatan gratis sudah berjalan apapun sakitnya asal rawat inap, rawat jalan belum jadi menunggu program satu jalur Pak Koster namanya kartu KBS ( Kerame Bali Sehat ) dan yang ditungu – tunggu berupa bantuan penunggu pasien seperti di Badung. Jadi di Gianyar kesehatan gratis rumah sakitnya baru dengan biaya 135 miliar dan akan ditambah 200 kamar lantai 4 dengan fasilitas seperti toko penjual makanan.
Program kesehatan gratis, pendidikan gratis sudah selesai tidak buat kartu lagi cukup KTP sama KK.
 
Repitalisasi pekraman seperti pura Beji dibantu 30 juta biar adil untuk tahun 2019 saya siapkan program senilai 250 sampai 300 juta per tempek karna PAD Gianyar sudah naik ada pengurangan belanja infrastrutur 350 miliar. PAD gianyar 750 miliar itu cukup tinggi.
 
Dengan jumlah pemilih 2500 minimal 2000 ada perolehan suara di banjar ini ucapnya
Diperagakan pula cara pencoblosan kertas suara untuk Bupati dan calon Bupati Coblos no urut 2 sedangkan untuk calon Gubernur dan wakil Gubernur coblos no 1…. jelasnya(dyu)

Baca Juga :   Bangun Pendidikan di Bali, Dr. Dadang Hermawan Siap Menuju Senayan