Dukung Pariwisata dan Kegiatan Keagamaan, PT Angkasa Pura I (Persero) Resmikan Public Restroom di Kawasan Pura Besakih

0
356
PT Angkasa Pura I (Persero) Resmikan Public Restroom di Kawasan Pura Besakih

REPORTASEBALI.COM, KARANGASEM – Pariwisata dan industri penerbangan merupakan dua hal yang sukar untuk dipisahkan. Di satu sisi, perkembangan pariwisata sangat bergantung terhadap akses transportasi, salah satunya moda transportasi jalur udara.

Di sisi lain, semakin berkembang pariwisata, semakin berkembang pula industri penerbangan. Berangkat dari hal tersebut, PT Angkasa Pura I (Persero) selaku pengelola pintu gerbang jalur udara Pulau Bali, turut memiliki andil dalam pengembangan pariwisata dan pelestarian budaya di Bali.

Mengawali bulan Februari, manajemen PT Angkasa Pura I (Persero) Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai – Bali meresmikan fasilitas Public Restroom di areal parkir Terminal Kedungdung, kawasan Pura Agung Besakih, pada Senin (03/02) pagi.

Dalam peresmian yang juga turut dihadiri oleh Bupati Karangasem, I Gusti Ayu Mas Sumatri, serta sejumlah jajaran aparat pemerintahan Kabupaten Karangasem dan Desa Adat Besakih tersebut, pihak perusahaan BUMN pengelola bandar udara tersebut diwakili oleh Direktur SDM dan Umum Adi Nugroho, serta General Manager Herry A.Y. Sikado.

Melalui sambutannya, Adi menyatakan bahwa pembangunan fasilitas tersebut ditujukan untuk menunjang sektor pariwisata. “Program Pembangunan Public Restroom ini merupakan bagian dari Program Bina Lingkungan PT Angkasa Pura I (Persero) untuk menunjang sektor pariwisata,” ujarnya membuka sambutan.

“Sebagai salah satu pintu gerbang wisatawan, keberadaan bandar udara diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan. Demikian pula sebaliknya, keberadaan tujuan wisata yang menarik dan unik akan menarik kedatangan wisatawan, antara lain melalui bandar udara,” lanjut Adi.

Pura Agung Besakih, selain merupakan tempat peribadatan ummat Hindu di Bali, juga merupakan salah satu destinasi pariwisata unggulan Kabupaten Karangasem khususnya, serta Bali pada umumnya. Selama tahun 2019 lalu, lebih dari 200 ribu wisatawan mengunjungi pura terbesar di Indonesia ini. Dari jumlah tersebut, lebih dari 80% merupakan wisatawan yang berasal dari negara manca. Tingginya tingkat kunjungan wisatawan ke Pura Besakih tersebut menjadikan kebutuhan akan ketersediaan fasilitas pendukung yang prima semakin meningkat.

Dibangunnya fasilitas Public Restroom di area parkir Terminal Kedungdung yang merupakan salah satu jalur akses bagi para wisatawan ini juga dimaksudkan untuk meningkatkan kenyamanan bagi wisatawan. “PT. Angkasa Pura I (Persero) berharap pembangunan Public Restroom tersebut dapat memberikan pengalaman baru bagi wisatawan, berwisata dengan nyaman,” tutup Adi.

Sedangkan Bupati Mas Sumatri menyatakan tentang pentingnya fasilitas ini dalam menunjang pariwisata. “Public Restroom merupakan fasilitas yang sangat penting guna mendukung kepariwisataan serta kegiatan keagamaan di Pura Agung Besakih. Pemerintah Kabupaten Karangasem sangat berterima kasih atas bantuan yang telah diberikan oleh PT Angkasa Pura I (Persero),” ujarnya.

“Melalui kesempatan yang baik ini, saya berharap kegiatan CSR ini dapat menjadi angin segar bagi wisatawan dan masyarakat umum,” tutup Bupati Mas Sumatri.

Fasilitas Public Restroom yang dibangun melalui dana bantuan program Bina Lingkungan yang merupakan realisasi dari program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Angkasa Pura I (Persero) Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai – Bali tersebut terdiri dari 1 unit bangunan utama dengan luas total 76 m2, yang terdiri dari 4 bilik toilet laki-laki dan 4 bilik toilet perempuan. Dalam kompleks bangunan tersebut juga tersedia fasilitas toilet yang diperuntukkan bagi penyandang disabilitas dan nursery room yang diperuntukkan bagi ibu dengan sang buah hati.

Selain melaksanakan pembangunan fasilitas public restroom di kawasan Pura Besakih, pada tahun 2019 PT Angkasa Pura I (Persero) juga turut membangun fasilitas serupa di lima lokasi wisata lainnya, yaitu di Taman Satwa Taru Jurug – Surakarta, Hutan Pinus Pengger – Jogjakarta, Taman Nasional Bulusaraung Bantimurung – Maros, Pantai Pulisan – Manado, serta di Pantai Lasiana – Kupang.