BI Minta TNI dan Polri di Bali Jadi Pelopor Penggunaan QRIS

0
528
Trisno Nugroho di sela-sela acara HUT ke-51 KOREM 163/Wira Satya yang dirangkaikan dengan Digitalisasi Kawasan Mangrove Bali melalui Kelompok Nelayan Wana Segara Kerthi Desa Kedongan Kecamatan Kuta Selatan Kabupaten Badung Bali, Selasa (8/2/2022).

REPORTASEBALI, DENPASAR – Kepala Perwakilan Bank Indonesia Bali Trisno Nugroho meminta agar TNI dan Polri di seluruh Provinsi Bali menjadi pelopor bagi masyarakat dalam transaksi dengan menggunakan QRIS.

Hal ini disampaikan Trisno Nugroho di sela-sela acara HUT ke-51 KOREM 163/Wira Satya yang dirangkaikan dengan Digitalisasi Kawasan Mangrove Bali melalui Kelompok Nelayan Wana Segara Kerthi Desa Kedongan Kecamatan Kuta Selatan Kabupaten Badung Bali, Selasa (8/2/2022).

Hadir dalam kesempatan tersebut Kapolda Bali Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra dan jajarannya, Danrem 163/Wira Satya Brigjen TNI Husein Asegaf dan jajarannya, TNI AL, TNI AU, anggota Kelompok Nelayan Wana Segara Kerthi, Forkompinda Kabupaten Badung Bali.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Bali Trisno Nugroho mengatakan, kalau di lembah Polri disebut dengan istilah “Patroli QRIS”. Sementara di TNI disebut dengan istilah “Serbuan QRIS”.

Intinya sama saja, dimana anggota TNI dan Polri harus menjadi pelopor bagi masyarakat dalam penggunaan QRIS. Artinya, atasannya di kesatuan masing-masing wajib membantu anggotanya untuk menggunakan QRIS. Setiap unit usaha di lembaga TNI dan Polri, entah itu rumah sakit, kantin, toko, kios, warung, diharapkan untuk menggunakan QRIS.

“Saya sudah tanya Kapolda Bali, juga Danrem 163/Wira Satya. Ternyata di TNI dan Polri sudah menerima gaji melalui mobile banking. Ini sudah bagus. Tinggal download aplikasi QRIS. Selesai masalah. Kapolda Bali sudah pakai QRIS. Danrem sudah pakai QRIS. Tinggal pasukan di bawahnya, harus di-QRIS-kan semua, sehingga semua anggota TNI dan Polri sudah menggunakan QRIS,” ujarnya.

Trisno Nugroho juga mengatakan, saatnya dunia bertransaksi melalui digital. Jangan sampai anggota TNI dan Polri tertinggal. Saatnya orang beralih ke ekonomi digital. Kalau tidak cepat menyesuaikan diri maka akan ditinggal oleh teknologi. Untuk QRIS harus segera dicoba. Tidak ada yang sulik. Tinggal download aplikasi QRIS, selesai. Di saat bertransaksi, tinggal buka aplikasi, scan, bayar, barang diambil. Transaksi lebih cepat, mudah, murah, aman dan nyaman. “Jangan sampai kita tertinggal di era digital saat ini,” ujarnya.

Baca Juga :   Vaksinasi Masif Bikin Dunia Usaha Bali Optimis Bertumbuh Pesat