Puluhan Jurnalis Bank Indonesia Dibekali Informasi Tantangan Ekonomi Bali

0
740

DENPASAR, REPORTASE BALI- Sebanyak kurang lebih 40 awak media yang tergabung dalam Sobat Media Bank Indonesia Provinsi Bali mengikuti acara Capacity Building Sobat Media BI Bali selama dua hari berturut-turut pada Kamis dan Jumat (13 dan 14/11/2025). Mereka berasal dari berbagai platform media seperti media cetak, online, televisi dan bahkan media sosial. Acara berlangsung di Mimpi Menjangan Bali di Kabupaten Buleleng.

Capacity Building Sobat Media BI Bali bersama puluhan wartawan ini, bertujuan untuk meningkatkan kemampuan, pengetahuan, dan keterampilan media agar lebih efektif dan efisien dalam mencapai tujuan. Acara tersebut dibuka Kepala KPw BI Bali yang diwakili Deputi Direktur BI Provinsi Bali Yusuf Wicaksono.

Dalam kata sambutannya, Yusuf Wicaksono mengungkapkan, perekonomian Bali kini tumbuh 5,58% (yoy). Angka ini berada di atas pertumbuhan nasional yang tercatat 5,04% (yoy). “Pertumbuhan ini didukung oleh sektor akomodasi makan dan minum yang angkanya 23%, pertanian dan transportasi, konstruksi dan perdagangan semua sukses disektor tersebu,“ jelasnya.

Sementara untuk tingkat inflasi di Bali, ujarnya, cukup stabil di angka 2,61% (yoy) atau masih di dalam kisaran target nasional 2,5 plus minus 1 dan inflasi ini cenderung menurun, dikarenakan Bank Indonesia di daerah berupaya agar bahan-bahan terutama bahan pangan itu cukup stabil.

Ia menambahkan, meskipun perekonomian tumbuh baik, stabilitas harga atau inflasi terkendali namun ada beberapa tantangan yang harus dihadapi. “Kita perlu waspadai bersama agar perekonomian yang meningkat ini dapat dinikmati secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat di Bali dan bagaimana supaya perekonomian yang meningkat tersebut tidak diikuti oleh kenaikan harga agar daya beli masyarakat tetap bisa bertahan,” imbuhnya.

Sementara narasumber lainnya yakni Pemimpin Redaksi Media Tirto.id, Rachmadin Ismail berbicara agar bagaimana informasi ekonomi dan keuangan dengan seluruh implementasi di lapangan bisa menjadi isu utama dalam pemberitaan di media sosial dan media mainstream. Dia membagikan trik dan strategi bagaimana membangun audien ekonomi publik yang berhubungan dengan teknik penulisan artikel yang akurat yang diambil dari sudut mana sehingga memberikan informasi yang bisa dipercaya oleh masyarakat.

Menurutnya, ke depan media harus menyajikan konten yang lebih spesifik namun dengan konten-konten yang profesional dan berkualitas. “Konten-konten yang berkualitas di media spesifik akan berpeluang dilirik oleh pemasang iklan,” ujarnya.