MBAY, REPORTASE BALI– Institut Nasional Flores (INF) yang baru beroperasi sejak 8 September 2020 di Mbay, Ibukota Kabupaten Nagekeo akhirnya berhasil mewisuda 36 Sarjana angkatan pertama. Wisuda berlangsung dengan hikmat, agung dan meriah bertempat di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Nagekeo, Kamis (27/11/2025). Kampus yang dikelola oleh Yayasan Flores Mentari tersebut akhirnya mampu menciptakan sejarah baru dalam dunia pendidikan untuk perguruan tinggi di daratan Flores umumnya dan Nagekeo khususnya.
Dalam sambutan resminya, Rektor INF DR. Yohanes Freadiyanus Kasi, S.Si, M.Pd menyampaikan beberapa point penting mulai dari sejarah berdirinya INF, proses penerbitan izin, prestasi di ruang akademik, jejaringan dengan lembaga pemerintah dan sesama kampus baik negeri maupun swasta yang ada di daratan Flores, dan NTT. Seluruh proses dan kerja keras mulai berjalannya perkuliahan selama 5 tahun akhirnya berbuah manis dengan mencetak 36 sarjana baru dari tiga fakultas yakni Fakultas Pertanian, Fakultas Peternakan, dan Fakultas Perikanan.
Namun di akhir sambutannya, doktor termuda asal Nagekeo tersebut menyampaikan pesan yang sangat humanis kepada para sarjana angkatan pertama INF. Ia bahkan melukiskan sarjana angkatan pertama INF tersebut sebagaimana layaknya sebuah keluarga yang harmonis namun penuh perjuangan lahir batin untuk mencapai kedewasaan intelektual.
Berikut pesan Rektor INF DR Yohanes Freadiyanus Kasi untuk para sarjana angkatan pertama INF: Wahai anak-anakku. Sebagai anak pertama, kalian dibebani tanggung jawab yang lebih besar sejak semester III, misalnya membantu mengurus yunior dan memahami baik keadaan rumah kita. Kalian juga mendapat harapan dan ekspektasi tinggi dari kami para orang tua yang menempatkan kalian anak pertama sebagai contoh bagi adik-adik semester kalian, sehingga membuat kalian harus selalu merasa sempurna.
Anak pertama juga memiliki peran sebagai ‘penolong’yang diharapkan menjadi sosok yang kuat, tidak rewel, dan bisa menjadi tempat curhat. Ini membuat anak pertama kami ini sering mengabaikan atau menolak perasaan negatif mereka sendiri karena tidak ingin terlihat lemah atau menyusahkan kami orang tua.
Anak-anakku yang sangat saya cintai. Apa pentingnya kalian belajar, agar mampu menjawab persoalan yang mana kalian dipanggil jiwanya untuk menjawab masalah yang ada. Negara dan khususnya daerah kita ini banyak problem, dan kalian punya tagihan untuk menyelesaikan problem itu. Anak-anakku sarjana lulusan INF yang saya banggakan. Orang pernah berkata bahwa ibarat kapal akan menjadi paling Indah adalah ketika kapal berlabuh di sebuah dermaga. Dia akan kelihatan gagah sekali dengan pemandangan yang indah sekitarnya. Namun, jangan pernah lupa bahwa kapal diciptakan bukan untuk berlabuh di dermaga melainkan kapal dibuat untuk menghajar gelombang dan membelah lautan. Lulusan sarjana INF semua hari ini kelihatan ganteng, cantik dan gagah. Pada hari dan di ruangan ini, bukan karena kegagahan memakai toga, jas, kebaya itu namun kegagahan kalian adalah ketika kalian memberikan sumbangsih untuk menjawab gelombang persoalan dan lautan problem yang ada di masyarakat pada daerah dan negeri kita tercinta ini.
Anak-anakku lulusan perdana INF yang saya sangat banggakan. Mohon diingat. Pertama, jangan pernah kehilangan harapan. Harapan itu menuntun kita ke masa depan. Kedua, bangun diferensiasi yang berarti menciptakan perbedaan antara produk atau layanan agar kalian berbeda dengan orang kebanyakan. Ketiga, pegang teguh prinsip kejujuran, karena itu akan membangun integritas sehingga anda mampu berkolaborasi dengan orang lain.
Kepada bapak dan mama para orangtua, terimakasih atas kepercayaannya mau
menitipkan anak-anaj bapak dan mama untuk belajar dan dibimbing di Kampus INF. Hari ini secara resmi kami kembalikan kepada bapak dan mama. Ibarat membuat parang atau pisau. Setelah mereka dibakar, ditempa menjadi sebuah pisau atau parang tajam yang siap digunakan. Kami bisa pastikan anak-anak bapak dan mama sudah siap berkontribusi secara
pribadi, untuk keluarga dan masyarakat serta daerah tercinta. Saya juga mewakili lembaga menyampaikan permohonan kepada bapak mama para orangtua untuk juga membantu kami dalam hal promosi kepada keluarga, anak, ponakan, tetangga bapak mama di Nagekeo untuk dapat melanjutkan kuliah di INF,” urainya.
Sementara itu pendiri dan pembina Yayasan Flores Mentari Kristoforus Meo mengatakan, sejak awal visi utama INF adalah mengembangkan produk pangan sumber daya lokal. “Saat INF sedang berproses, terjadi diskusi alot di antara para pendiri di Yayasan Flores Mentari. Namun akhirnya kami sepakat bahwa program studi harus diutamakan untuk mengembangkan produk lokal Flores umumnya dan Nagekeo khususnya. Maka terciptalah Fakultas Pertanian, Fakultas Peternakan dan Fakultas Perikanan,” ujarnya. Ia meyakini bahwa INF harus menjadi garda terdepan dalam membantu mengembangkan produk pangan lokal. Dan sumber daya lokal itu ada semua di Flores dan Nagekeo khususnya.
Bukan hanya itu. Sisi humanis lainnya yang patut diacungi jempol dari INF adalah membantu para mahasiswa yang orang tuanya dengan ekonomi pas-pasan. Ia mengaku, banyak sekali anak-anak yang dengan kemampuan akademis yang bagus namun tidak bisa melanjutkan ke perguruan tinggi karena berbagai faktor. “Kami INF siap menampung. Dan untuk itulah INF didirikan. Ada banyak mahasiswa yang sudah tidak bisa kuliah lagi di beberapa kampus sebelumnya karena faktor biaya, mereka akhirnya kuliah di INF. Dan buktinya saat wisuda perdana, mereka akhirnya jadi sarjana yang siap pakai,” ujarnya.
Untuk itu pria rendah hati ini meminta dan berharap kepada seluruh warga Nagekeo dan Flores umumnya, silahkan pakai INF untuk mencetak generasi muda Flores yang tangguh di bidang pangan. Kepada siswa-siswi SMA, SMK, tidak perlu kuliah jauh-jauh keluar daerah. “Mari bangun daerah sendiri, bangun dan kembangkan potensi lokal yang tidak pernah akan habis. Kita bisa membangun Indonesia dari Flores, Nagekeo, kita bisa memperkuat manajemen pangan nasional dari Flores Nagekeo,” ajaknya.




















