
DENPASAR, REPORTASE BALI – Mahasiswa semester awal didorong untuk mulai membangun kemampuan bisnis sejak dini melalui ajang BIM Business Champions 2026 yang digelar di BIM University.
Kompetisi ini tidak sekadar lomba, tetapi menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk merancang solusi bisnis berkelanjutan berbasis prinsip SDGs dan ESG.
Ketua panitia, Gede Andika, mengatakan kegiatan ini dirancang untuk membangun fondasi keterampilan mahasiswa, mulai dari kemampuan berpikir kritis hingga komunikasi publik.
“Mahasiswa yang ikut masih di semester 2 dan 4. Justru di tahap awal ini penting untuk membangun dasar kemampuan bisnis, public speaking, dan critical thinking,” ujar Andika, Rabu (19/2/2026).
Kompetisi diikuti 40 kelompok mahasiswa. Dari jumlah tersebut, 22 kelompok mengumpulkan position paper dan diseleksi menjadi 15 tim untuk tahap presentasi.

Selanjutnya, empat tim dengan nilai tertinggi melaju ke babak debat sebelum ditentukan tiga pemenang utama.
Penilaian dilakukan secara bertahap, mulai dari kemampuan mengidentifikasi masalah, menawarkan solusi, kelayakan ide, hingga potensi kolaborasi dengan mitra industri.
Pada tahap presentasi, juri menilai penguasaan materi dan implementasi proyek. Sementara di babak debat, peserta diuji mempertahankan argumen secara logis dan berbasis data.
Salah satu ide yang menonjol datang dari tim Trio Senja yang mengangkat pemanfaatan ampas kopi menjadi pupuk organik.
CEO Trio Senja, Putu Damar Restu Dhyana, menjelaskan ide tersebut berangkat dari tingginya konsumsi kopi di Bali.
“Banyak coffee shop belum memanfaatkan ampas kopi. Padahal bisa diolah menjadi pupuk dan mendukung ekonomi sirkular,” ujarnya.
Tim ini mengaitkan inovasinya dengan target SDG 2 (Zero Hunger) dan SDG 12 (Responsible Consumption and Production), serta berkolaborasi dengan program pertanian berbasis riset kampus.
Menariknya, tiga tim terbaik langsung mendapatkan akses ke program inkubasi bisnis kampus melalui unit Business Development and Innovation.
Dalam program ini, ide bisnis akan dikembangkan lebih lanjut hingga tahap prototipe dan berpeluang mendapatkan pendanaan.
“Tujuannya agar ide mahasiswa tidak berhenti sebagai konsep, tetapi bisa menjadi solusi nyata,” kata Andika.
Dewan juri menetapkan Tim Circulox sebagai Juara 1. Posisi Juara 2 diraih Trio Senja, sementara Juara 3 ditempati Tim GHS.
Panitia berharap kompetisi ini mampu melahirkan inovasi bisnis yang tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga memberikan dampak sosial dan lingkungan secara berkelanjutan.
















