Perayaan Hari Laut Sedunia, Dirjen Pengelolaan Kelautan Sebut Sampah Masih Banyak Masuk Laut

0
11

NUSA DUA, REPORTASE BALI- Kementerian Kelautan dan Perikanan bersama WWF dan CTI-CFF merayakan World Day Ocean (WOD) dan Coral Triangle Day (CTD) secara meriah di Nusa Dua Bali, Minggu (7/6/2026). Kemeriahan tersebut ditandai dengan penarikan dan pelepasan layang-layang berukuran besar dan bertuliskan berbagai jenis biota laut yang dipimpin langsung oleh Dirjen Pengelolaan Kelautan Kementerian Kelautan dan Perikanan Ir. A. Koswara. Hadir dalam seremonial tersebut yakni Direktur Eksekutif WWF-Indonesia, Aditya Bayunanda, Executive Director CTI-CFF Regional Secretariat Frank Keith Griffin, Forkompinda Bali, Komunitas Pecinta Laut, mahasiswa dan aktifis lingkungan hidup lainnya. Sebelum penaikan dan pelepasan layang-layang, digelar penandatanganan kerja sama strategis bersama mitra pemerintah dan lembaga terkait untuk melindungi laut Indonesia dari sampah terutama sampah plastik dan pencemaran lingkungan lainnya. Acara dilanjutkan dengan talk show dari berbagai pakar lingkungan hidup dan para pelopor gerakan merawat laut dan pesisir Indonesia. Perayaan WOD dan CTD kali ini mengangkat tema “Kenali Lautmu, Wujudkan Aksimu”.

Dirjen Pengelolaan Kelautan Kementerian Kelautan dan Perikanan Ir. Koswara mengatakan, saat ini tugas prioritas pemerintah dan seluruh stakeholder terkait lainnya dalam menjaga laut adalah cegah sampah masuk laut, edukasi proteksi di hulu sungai dan muara, serta pelaku kegiatan ekonomi dan bisnis di kawasan laut dan pesisir. “Salah satu program proteksi kawasan laut dan pesisir yang sudah dilaksanakan saat ini adalah di sepanjang Pantura Pulau Jawa. Sebab, dari fakta lapangan diketahui tanah pesisir di Pantura terus menurun dari tahun ke tahun dan perlu segera diproteksi secara terintegrasi dengan semua stakeholder lainnya,” ujarnya.

Salah satunya adalah penanaman mangrove dalam skala besar di sepanjang Pantura Pulau Jawa. Selain Pantura, akan ada konfigurasi pembangunan pulau-pulau kecil dan gugusannya. Gugusan pulau-pulau kecil ini juga menjadi ancaman serius karena selalu luput dari perhatian pembangunan berskala besar namun sering menjadi sasaran eksploitasi dan tempat pembuangan sampah. Ia meminta peran serta Pemda dan masyarakat untuk menjaga laut Indonesia yang kaya. “Indonesia adalah negara kepulauan yang besar, luas lautnya menyimpan sejumlah potensi besar. Kalau laut tercemar oleh sampah plastik maka daya rusak ekosistem laut akan terus meningkat dari tahun ke tahun,” ujarnya.

Direktur Eksekutif WWF Indonesia Aditya Bayunanda mengatakan, WWF Indonesia sudah bekerja sama dengan seluruh Pemda dimana WWF berada, kelompok nelayan, pelaku ekonomi dan bisnis kawasan pesisir untuk menjaga laut dan kawasan pesisir dari sampah dan pencemaran lingkungan lainnya. Ia mengatakan, tantangan menjaga laut yang sangat luas tidak bisa dipikul sendirian oleh sekelompok orang atau NGO. “Sinergi dan kolaborasi antara pemerintah, NGO, dan masyarakat adalah kunci utama. Laut yang sehat, bersih dari sampah plastik, akan menjadi sumber daya yang besar bagi manusia di Indonesia. Sebaliknya, laut yang penuh sampah, tercemar, akan menjadi sumber malapetaka bagi masyarakat,” ujarnya.