Disaksikan Menteri LH, Bali Deklarasi Pilah Sampah 100% Hingga Agustus 2026

0
15

DENPASAR, REPORTASE BALI- Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat menyaksikan secara langsung deklarasi Bali 100% pilah sampah dari sumber yang dipimpin langsung oleh Gubernur Bali Wayan Koster. Koster bersama para bupati dan walikota seluruh Bali mendeklarasikan Bali 100% Pilah Sampah hingga Agustus 2026. Deklarasi tersebut dilakukan di Jaya Sabha, Rumah Jabatan Gubernur Bali, Rabu (10/6/2026). Deklarasi tersebut dihadiri oleh para bupati dan walikota seluruh Bali, para kepala dinas lingkungan hidup seluruh Bali, serta Forkompinda terkait lainnya. “Dengan semangat Nangun Sat Kerthi Loka Bali, Niskala dan Skala, kami menyerukan kepada seluruh masyarakat Bali, kita wujudkan 100% memilah sampah, bersama, serentak, untuk Bali yang bersih, sehat, indah dan lestari,” ujar Koster saat membacakan naskah deklarasi dan diikuti oleh seluruh peserta yang hadir.

Deklarasi tersebut dilakukan usai menggelar rapat koordinasi tentang penanganan sampah yang dipimpin langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat. Menurut Jumhur Hidayat, TPA di seluruh Indonesia termasuk di Bali tidak ditutup. Namun yang ditutup adalah sistem open dumping. Sejak Agustus 2026, yang bisa ke TPA Suwung itu hanya residu hasil olahan sampah. Tidak lagi membawa sampah mentah ke TPA. Ia juga yakin jika Bali bisa melakukan hal ini karena di Bali memiliki kearifan lokal yang bisa menyelesaikan sampah secara holistik. “Saya yakin Bali bisa melakukan ini semua, Agustus tidak ada lagi sampah bawa ke TPA Suwung dan juga TPA yang ada di seluruh Bali,” ujarnya.

Selama dua hari di Bali, Jumhur Hidayat melihat secara langsung bagaimana sistem pengolahan dan pemilihan sampah di Bali sudah berjalan. Saat ini pemilahan sampah di Bali sudah mencapai 70% dan tidak lama lagi sudah mencapai 100%. Banyak sampah sudah diselesaikan di tingkat sumber termasuk hotel, restoran dan kafe (Horeka) di beberapa pusat pariwisata Bali. “Intinya saya bahagia ternyata pemerintah di Bali, Gubernur dan Bupati, Wali Kota punya komitmen yang kuat, semakin hari semakin baik untuk lingkungan. Perlu disampaikan secara umum Bali sudah lebih baik dari yang kita bayangkan, sambil menunggu PSEL yang waste to energy,” kata Menteri LH Jumhur Hidayat.

Sementara Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan, target 100% pemilahan sampah di Bali sampah Agustus optimis bisa dilakukan. Hal ini cukup beralasan karena pengolahan sampah berbasis sumber sudah mulai berjalan karena praktik open dumping di Bali segera diakhiri di semua kabupaten dan kota termasuk TPA Suwung. Ia juga menyampaikan bahwa persiapan ground breaking PSEL untuk Kota Denpasar dan Kabupaten Badung. “Saat ini ada kabupaten yang sudah mencapai 70%, ada yang 60%, dan ada yang masih 40%, dan batas akhir yang paling rendah. Saya tidak enak menyebut kabupaten mana yang baru 40% memilah sampah. Namun yang paling tinggi itu ada di Kabupaten Badung dan Kota Denpasar,” ujarnya.

Ia menegaskan, setelah Agustus nanti, seluruh Bali akan pilah sampah dengan pencapaian 100%. Selain itu banyak sampah organik yang diselesaikan di tingkat sumber sampah. Terkait dengan keluhan Horeka soal ketiadaan lahan untuk olah sampah di tingkat sumber, Koster dengan tegas mengatakan bahwa Horeka yang kesulitan lahan harus segera bergabung dengan sistem pengelolaan sampah terdekat. “Segera mencari pengolahan sampah berbasis sumber terdekat, dan sistem seperti apa silahkan diatur sendiri, intinya tidak ada lagi sampah yang dibuang ke TPA Suwung, kecuali residu,” ujarnya.