Peringati HUT PGRI dan Hari Guru Nasional, UKM Seni Gabungan IKIP PGRI Bali Bawakan Tarian Asihin Bumi

0
321

REPORTASEBALI.COM – Penampilan UKM Seni Gabungan Mahasiswa IKIP PGRI Bali menyedot perhatian penonton pada HUT PGRI Ke-73 dan Hari Guru Ke-24 yang berlangsung di Art Center, Senin (26/11/2018). Mahasiswa dalam formasi lengkap itu, tampil membawakan tarian berjudul ‘Asihin Bumi’. Tarian itu merupakan kreasi dari mahasiswa IKIP PGRI Bali yang digubah untuk memeriahkan HUT PGRI dan Hari Guru Nasional tahun 2018.
 
Jumlah penari yang terlibat mencapai tak kurang dari 100 orang. Asihin Bumi diangkat dalam sebuah panggung untuk menyadarkan kepada setiap personal agar peduli terhadap lingkungan.
 
“Ini jadi bentuk rasa sayang terhadap bumi. Selain estetika yang ditampilkan dari gerakan dan keluwesan penari, tarian itu sekaligus membawa pesan agar setiap individu sadar akan lingkungan dan bumi,” jelas Rektor IKIP PGRI Bali Dr. I Made Suarta, SH., M.Hum.
 
Menurutnya, pesan yang diangkat dalam tarian itu adalah bagaimana kita menyayangi bumi. Disitu mengandung filosofi Tri Hita Karana, sekaligus kampanye tentang lingkungan.
 
Tema tentang lingkungan dalam sebuah seni tari, menurut Made Suarta, saat ini cukup relevan dengan kondisi yang ada sekarang. Bumi atau lingkungan semakin membutuhkan perhatian agar terjaga kelestariannya. Ledakan populasi jumlah penduduk dengan tingkat kesadaran yang berbeda, menurut Made Suarta, perlu diimbangi dengan edukasi.
 
Seni menjadi salah satu cara yang paling tepat untuk memberikan pemahaman terhadap pentingnya menjaga lingkungan.
 
“Disitu tadi terlihat gambaran-gambaran bagaimana kita memperlakukan bumi seperti, prosesi upakara maupun membersihkan lingkungan yang ditampilkan dalam simbol gerakan-gerakan tarian,” ujar Made Suarta.
 
Tarian yang dibawakan UKM Seni Gabungan IKIP PGRI Bali itu pun, mendapatkan aplaus besar dari audience yang berada di gedung Ksirarnawa, Taman Budaya (Art Center) Denpasar. Made Suarta juga memberikan apresiasi untuk mahasiswanya yang berhasil menampilkan karya spektakuler untuk waktu yang teramat singkat dalam menggubah sebuah karya seni.
 
“Dibutuhkan kerjasama yang luar biasa untuk bisa mewujudkan ide kreatif tarian itu. Saya sangat mengapresiasi kerja keras mahasiswa,” ujar Made Suarta yang juga merupakan seniman tari yang ada di Bali. (day)