Ansor Bali Himbau Umat Muslim Tetap Kedepankan Toleransi Saat Perayaan Idul Fitri yang Bersamaan dengan Nyepi

0
2

DENPASAR, REPORTASE BALI- Sempat beredar luas informasi hoax di berbagai platform media sosial tentang Hari Raya Idul Fitri dan Hari Raya Nyepi yang hampir bersamaan tahun 2026 ini. Berbagai isu hoax tersebut cenderung memecah belah persatuan umat Islam di Bali yang selama ini hidup berdampingan dengan umat Hindu.

Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Bali, H. Tommy Reza Kurniawan, SE, MM, mengeluarkan himbauan khusus terkait pelaksanaan Hari Raya Idulfitri yang bertepatan dengan Hari Raya Nyepi. Ia mengajak seluruh umat Islam di Bali untuk mengedepankan sikap saling menghormati dengan melaksanakan ibadah di rumah masing-masing.

Meskipun telah terbit kesepakatan bersama dan kelonggaran dari Gubernur Bali saat itu, I Wayan Koster, yang mengizinkan pelaksanaan takbiran di masjid atau mushola tanpa pengeras suara dan tanpa pawai jalan kaki, H. Tommy menilai langkah preventif tetap menjadi pilihan terbaik demi menjaga kesucian hari raya kedua belah pihak.
Ia menekankan bahwa menjaga kondusivitas dan harmonisasi antarumat beragama adalah tanggung jawab bersama, terlebih Bali dikenal sebagai laboratorium toleransi terbaik di Indonesia. “Ketika kita diberikan ruang oleh saudara-saudara kita yang beragama Hindu untuk mengadakan ibadah saat Hari Raya Nyepi, alangkah baiknya kalau kita membalas menghormati Hari Raya Nyepi untuk beribadah di rumah saja,” tegas H. Tommy Reza Kurniawan, Jumat (6/3/2026).

GP Ansor Bali menggarisbawahi beberapa hal penting bagi warga Muslim di Bali diantaranya adalah Prioritas Ibadah di Rumah dan menghindari kegiatan yang bersifat kerumunan di luar rumah guna menghormati kekhusyukan umat Hindu yang sedang melaksanakan Catur Brata Penyepian. Mengikuti aturan lokal dan kesepakatan bersama yang telah ditetapkan oleh pemerintah dan tokoh lintas agama. Serta membalas budi toleransi yaitu mengapresiasi kelonggaran yang diberikan pemerintah dengan cara menunjukkan sikap solidaritas yang tinggi melalui pembatasan aktivitas luar ruangan.

H. Tommy berharap, dengan kesadaran penuh untuk beribadah di rumah, suasana damai di Bali tetap terjaga tanpa mengurangi esensi kemenangan Idulfitri. Langkah ini dipandang sebagai wujud nyata moderasi beragama yang telah lama mengakar di Bumi Dewata.