DENPASAR, REPORTASE BALI- Sejalan dengan komitmen untuk terus memperkuat jaringan penerbangan nasional, Garuda Indonesia resmi membuka konektivitas Denpasar–Jayapura melalui pengoperasian rute Jakarta–Denpasar–Timika–Jayapura yang mulai beroperasi sejak Minggu (29/3/2026).
Penerbangan ini dilayani sebanyak empat kali dalam seminggu, yakni setiap Selasa, Kamis, Sabtu, dan Minggu dari Jakarta, menggunakan armada Boeing 737-800NG berkapasitas 12 kursi kelas bisnis dan 150 kursi kelas ekonomi.
Penerbangan GA652 diberangkatkan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada pukul 21.25 WIB dan tiba di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai pada pukul 00.20 WITA keesokan harinya. Selanjutnya, penerbangan dilanjutkan pada pukul 01.05 WITA menuju Bandara Mozes Kilangin Timika dan tiba pada pukul 05.45 WIT, sebelum kembali diterbangkan menuju Bandara Sentani Jayapura dan tiba pada pukul 07.55 WIT.
Adapun penerbangan dari Jayapura dilayani melalui GA653 yang beroperasi setiap Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu. Penerbangan diberangkatkan dari Bandara Sentani pada pukul 08.50 WIT menuju Timika, kemudian dilanjutkan ke Denpasar, dan selanjutnya ke Jakarta dengan waktu tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada pukul 15.30 WIB.
Pengoperasian rute ini menegaskan komitmen Garuda Indonesia dalam mengoptimalkan peran Denpasar sebagai salah satu hub internasional yang terintegrasi dengan kawasan timur Indonesia, khususnya Papua. Kehadiran konektivitas ini diharapkan dapat menghadirkan perjalanan yang lebih seamless bagi penumpang, baik wisatawan mancanegara maupun pelaku bisnis.
Lebih lanjut, dengan posisi Bali sebagai gerbang utama pariwisata internasional, rute ini juga diharapkan dapat mendorong peningkatan kunjungan wisatawan ke Papua, sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap penguatan ekonomi daerah melalui sektor pariwisata dan perdagangan.
Garuda Indonesia akan terus mengevaluasi dan mengembangkan jaringan penerbangannya secara adaptif guna memastikan konektivitas yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, sekaligus memperkuat peran strategis perusahaan sebagai flag carrier nasional.



















