Serangan Board Riders Challenge Digelar di KEK Kura Kura Bali, Wadah Lahirkan Atlet Selancar Dunia

0
5

DENPASAR, REPORTASE BALI- Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali, yang dikelola oleh PT Bali Turtle Island Development (BTID) untuk ketiga kalinya kembali memberikan dukungan dalam gelaran Serangan Board Riders Challenge. Kompetisi tahunan yang digagas komunitas peselancar Desa Serangan ini menjadi wadah bagi peselancar lintas usia untuk mengasah kompetensi, daya saing, serta mempererat persahabatan.
Lebih dari 150 peserta turut ambil bagian dalam kompetisi ini, yang mencakup berbagai kategori mulai dari kelas junior under 18 (di bawah 18 tahun), longboard woman and man, serta shortboard woman and man.

Ketua Panitia Serangan Board Riders Challenge, Komang Indra menyatakan, kegiatan ini merupakan upaya lebih lanjut dalam menjaring bibit atlet selancar baru, di mana nantinya atlet tersebut memiliki kapasitas untuk berprestasi di tingkat dunia. “Kami berkomitmen untuk terus mencetak atlet muda yang serius dan profesional. Melalui kompetisi ini, kami ingin menunjukkan kepada dunia bahwa Serangan memiliki potensi besar, baik dari segi kualitas ombak maupun talenta atlet yang mumpuni,” ujar Komang di sela-sela kegiatan, Senin (27/4/2026).

Ia menambahkan, pembinaan dilakukan bagi generasi muda berusia 10 hingga 18 tahun dari sekolah-sekolah di sekitar Serangan. Langkah ini bertujuan untuk memastikan keberlangsungan munculnya atlet-atlet selancar baru dari Desa Serangan di masa depan.
Tak hanya dari dalam negeri, Serangan Board Riders Challenge juga diikuti oleh peserta dari berbagai negara seperti India, Korea, Jepang dan sebagainya.

Hal ini sekaligus menunjukkan bahwa kompetisi bisa melahirkan persahabatan dan memperluas jaringan sesama peselancar. Dukungan fasilitas dari PT Bali Turtle Island Development turut diapresiasi oleh atlet peselancar nasional asal Serangan, I Made Pajar Aryana. Pemuda kelahiran 2005 asal Desa Serangan ini telah mengharumkan nama Indonesia di berbagai ajang dunia, seperti Asian Surfing Championship di Maladewa, WSL Manokwari Pro, hingga Kejuaraan Dunia Junior WSL di Filipina.

Atlet nasional yang tengah mempersiapkan diri untuk berlaga di Asian Games Jepang tersebut menilai bahwa ketersediaan venue yang representatif sangat krusial bagi persiapan atlet. “Tentunya saya sangat senang Kura Kura Bali sudah mendukung event ini. Bukan hanya saat event ini saja tapi juga sejak saya berlatih, hingga persiapan untuk kompetisi berikutnya,” ujar Pajar.

Semangat yang sama juga dirasakan oleh Ketua Harian Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PSOI) Denpasar, Wayan Maydy Pradana Putra. “Gelaran kompetisi di Pantai Serangan ini sangat sesuai karena ombaknya konsisten. Semoga ke depannya kita bisa kembali bersinergi dengan BTID untuk membuat gelaran Qualifying Series (Seri Kualifikasi),” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Departemen Komunikasi KEK Kura Kura Bali, Zefri Alfaruqy, dalam sambutannya menyatakan dukungan terhadap Serangan Board Riders merupakan kolaborasi yang terus dibina oleh perusahaan. Ia menilai, di luar kualitas ombak yang setara dengan kompetisi internasional, kekuatan utama Pantai Serangan justru terletak pada semangat komunitas dan para peselancar
mudanya. “Kami bangga dapat terus mendukung komunitas Serangan Board Riders. Kami berharap komunitas ini dapat terus berkembang sebagai wadah yang mencetak talenta-talenta berbakat, mulai dari level lokal hingga ke kancah global,” ujar Zefri.

Sinergi antara komunitas dan pengelola kawasan ini menjadi bukti bahwa Pantai Serangan bukan sekadar destinasi selancar kelas dunia, melainkan juga wadah bagi generasi muda untuk membawa nama Desa Serangan ke panggung global. Tak hanya
sebuah ajang kompetisi, kolaborasi ini kerap menunjukkan hubungan harmonis yang terjalin erat antara KEK Kura Kura Bali dengan pemuda Desa Serangan. Dengan sinergi tersebut, Serangan sekali lagi membuktikan bahwa ombak tak hanya bisa menciptakan gelombang di laut, tapi juga membawa harapan dan cita-cita besar dari Desa Serangan untuk dunia.