BULELENG, REPORTASE BALI- Untuk memaksimalkan Pencegahan HIV-AIDS dan Narkoba, KPA Provinsi Bali menggelar Temu Remaja KSPAN (Muspa Bali 2) di Wisma Nangun Kerti Desa Pancasari Kecamatan Sukasada Buleleng selama 2 hari yaitu pada Selasa 29 September sampai Rabu 30 September 2026. Acara tersebut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olah Raga Provinsi Bali, yang diwakili Sekretaris Dinas, Drs I Made Arbawa, M.Si, Kapolsek Sukasada, Babinsa Sukasada, Perbekel Desa Pancasari Kecamatan Sukasada Kabupaten Buleleng yang diwakili Kepala Dusun, dan tokoh masyarakat setempat lainnya.
Sebanyak 225 orang siswa yang tergabung dalam Kelompok Siswa Peduli AIDS dan Narkoba (KSPAN) Bali menghadiri acara Muspa Bali 2.
Acara dibuka Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. Komang Perdana, M.Si mewakili Ketua Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Bali yang juga Wakil Gubernur Bali Nyoman Giri Prasta.
Para peserta merupakan wakil yang terpilih secara ketat dan aktif dalam kegiatan KSPAN di sekolahnya masing-masing. Perkabupaten diwakili 25 orang siswa dan pembina atau pendamping, sehingga apabila dijumlahkan dengan panitia dan tim juri maka jumlah peserta MUSPA Bali 2 tahun ini bisa lebih dari 260 orang.
Ketua Panitia Pelaksana MUSPA Bali 2, AA Ngr Patria Nugraha, S.Sos. MAP, yang juga Kepala Sekretariat KPA Provinsi Bali menjelaskan, MUSPA Bali 2 ini sangat penting dalam rangka melakukan sosialisasi dan edukasi masif melalui ratusan siswa-siswi yang tergabung dalam KSPAN Provinsi Bali, baik kepada lingkungan sekolah, teman-teman sebaya dan kelompok masyarakat lainnya.
“Dari data Dimas Kesehatan Provinsi Bali, penemuan kasus baru di Bali sejak Januari sampai April 2026 sekitar 678 kasus. Sebarannya sudah meluas ke seluruh Kabupaten Kota di Provinsi Bali, terutama Badung, Denpasar, Buleleng dan juga kabupaten lainnya,” ujarnya.
AA Ngr Patria Nugraha juga menegaskan, jika dalam gelaran MUSPA Bali tahun ini dilaksanakan difokuskan pada pemberian edukasi dan sosialisasi masif melalui para siswa, yang tergabung dalam KSPAN Provinsi Bali agar bisa ditularkan kepada seluruh masyarakat yang ada.
“MUSPA Bali 2 tahun 2026, memiliki dasar hukum yakni Perda Bali Nomor 3 Tahun 2026 Tentang Penanggulangan AIDS di Bali. Ada banyak tujuan yang bisa tercapai melalui kegiatan ini. Salah satunya adalah meningkatkan pemahaman siswa yang tergabung dalam KSPAN tentang HIV dan AIDS, Kesehatan Reproduksi Remaja, Penyakit Menular Seksual dan antisipasi penyalahgunaan Narkoba dalam rangka mencapai Three Zero Tahun 2030. Untuk mencapai tujuan tersebut beberapa kegiatan digelar selama dua hari berturut-turut yakni temu forum guru KSPAN, temu KSPAN, capacitybuilding, pentas seni, beberapa lomba seperti penulisan Mading tematis, tutor sebaya, video edukasi on the spot, dan cari jejak KSPAN. Semua pihak yang berkompeten di bidangnya tampil sebagai pemateri dan juri lomba,”tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. Komang Perdana M.Si saat membacakan sambutan Wakil Gubernur Bali Nyoman Giri Prasta mengatakan, selaku Ketua KPA Provinsi Bali memberikan apresiasi kepada seluruh panitia dan peserta serta semua yang terlibat dalam MUSPA Bali 2 tahun 2026 ini.
“Bali memiliki komitmen kuat untuk mencapai ending Aids tahun 2030. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen generasi muda dalam meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan, khususnya dalam upaya pencegahan HIV-AIDS di kalangan pelajar dan masyarakat di Bali,” ujarnya.
Kegiatan tersebut imbuh dr Komang Perdana menjadi ruang bagi para siswa untuk mempererat kebersamaan, bertukar pengalaman, serta meningkatkan pengetahuan dan kepedulian mengenai bahaya HIV-AIDS dan penyalahgunaan narkoba, pencegahan IMS dan mencapai target global 95-95-95 yakni 95% ODHIV mengetahui statusnya, 95% Odhiv mendapatkan ARV dan 95% yang hilang ditemukan kembali. Data lain menunjukan bahwa kasus positif sebanyak 34% adalah usia produktif yakni usia SMP dan SMA. Melalui Muspa KSPAN tahun ini, para peserta diharapkan tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga mampu berperan sebagai agen perubahan di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Edukasi mengenai HIV-AIDS, pencegahan narkoba, serta pentingnya perilaku hidup sehat menjadi bagian dari upaya membangun generasi muda yang memiliki pengetahuan dan kepedulian sosial.
“Lembaga pendidikan merupakan ruang yang tepat untuk edukasi tentang HIV Aids kepada siswa. Kolaborasi antara pelajar, sekolah, pemerintah, serta berbagai pihak terkait diperlukan agar upaya pencegahan HIV-AIDS dan narkoba dapat dilakukan secara berkelanjutan, “katanya
Semangat kebersamaan dalam kegiatan tersebut lanjutnya, diharapkan semakin memperkuat peran KSPAN sebagai wadah bagi pelajar untuk menyebarluaskan informasi yang benar dan membangun lingkungan sekolah yang sehat, aman, serta bebas dari stigma terhadap orang dengan HIV.
Muspa KSPAN Bali Tahun 2026 diharapkan dapat melahirkan generasi muda Bali yang semakin aktif, kreatif, dan bertanggung jawab dalam mendukung upaya pencegahan HIV-AIDS serta penyalahgunaan narkoba.

