Rayakan Idul Adha, LDII Bali Potong 420 Hewan Kurban dan Bagikan 10 Ribu Paket Daging

0
298
Rayakan Idul Adha, LDII Bali Potong 420 Hewan Kurban dan Bagikan 10 Ribu Paket Daging

REPORTASEBALI.ID – LDII Provinsi Bali memperingati Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah dengan menyembelih 145 ekor sapi dan 275 ekor kambing. Total lebih dari 10.000 paket daging kurban dibagikan ke masyarakat, termasuk warga lintas agama.

Pemotongan hewan kurban dipusatkan di halaman Kantor DPW LDII Bali, Padangsambian, Denpasar Barat, Jumat (6/6/2025). Wakil Ketua I DPW LDII Bali, H. Hardilan, S.H., menyebut hewan kurban berasal dari partisipasi warga LDII di tujuh kabupaten/kota se-Bali.

“Kami distribusikan secara merata, terutama untuk warga yang membutuhkan. Jumlah kurban juga naik dibanding tahun lalu,” ujar Hardilan.

Dia menambahkan, semua hewan kurban diperiksa tim dokter hewan untuk memastikan kesehatan dan kelayakannya. Sumber hewan berasal dari peternak lokal dan donatur internal LDII.

LDII Bali juga melestarikan tradisi lokal Bali, ngejot, yakni berbagi bingkisan makanan—dalam hal ini daging kurban—kepada tetangga lintas agama. Tradisi ini rutin dilakukan tiap tahun sebagai wujud kerukunan dan saling menghargai antarwarga.

“Kami kirim ke tetangga non-Muslim juga. Ini tradisi baik, dan sudah menjadi bagian dari budaya kami di Bali,” kata Hardilan.

Salah satu warga Hindu, Endang Ratnaningsih, mengaku senang menerima bingkisan dari warga LDII.

“Ini bentuk toleransi yang nyata. Kami merasa dihargai dan ikut merasakan suasana Idul Adha,” ucapnya.

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Bali, Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet saat menghadiri kegiatan pemotongan kurban.

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Bali, Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet, hadir dalam kegiatan tersebut. Ia secara simbolis menyerahkan hewan kurban kepada Ketua LDII Bali, Drs. H. Olih Solihat Karso, M.Sn.

“Idul Adha bukan hanya milik umat Islam. Semua umat hendaknya ikut berbahagia. Bahkan yang tidak beragama pun bisa merasakan manfaatnya,” kata Ida Pangelingsir.

Dia juga menyoroti pentingnya menjaga tradisi ngejot sebagai bagian dari harmoni masyarakat Bali.

“Tradisi ini adalah fondasi kerukunan. LDII sudah memberikan contoh nyata bagaimana keberagaman bisa dirawat dengan aksi konkret,” tegasnya.

Ketua LDII Bali, Olih Solihat, menyebut proses penyembelihan ditargetkan selesai dalam satu hari, namun disiapkan hingga tiga hari sesuai hari tasyrik.

“Kalau tidak selesai hari ini, bisa dilanjutkan sampai 12 Juni. Kami juga melibatkan pecalang, tokoh adat, dan TNI-Polri agar kegiatan berjalan aman dan tertib,” ujarnya.

LDII Bali tercatat memiliki struktur organisasi hingga tingkat kecamatan, dan jumlah warga mencapai ribuan yang tersebar di hampir seluruh wilayah Bali, kecuali Klungkung dan Bangli yang belum memiliki kepengurusan formal.