Berpotensi Cemari Pantai Kuta, Limbah yang Diduga dari Beachwalk Bali, Ternyata dari Pipa Milik DLHK Badung

0
139

KUTA, REPORTASE BALI- Diduga air limbah yang berasal dari Beachwalk Mall Kuta Bali meluber ke jalan sejak Senin (5/1/2026). Pemandangan tak sedap ini bisa berpotensi mencemari Pantai Kuta yang ramai dikunjungi turis asing. Fakta yang sangat bau busuk limbah dikeluhkan pengunjung dan viral melalui video di media sosial. Terkait hal ini, manajemen  Beachwalk Mall Kuta Bali membantahnya. Reksa, perwakilan Beachwalk saat dikonfirmasi awak media menjelaskan, hal ini bukan merupakan pipa limbah dari Beachwalk Shopping Center, melainkan dari pipa limbah milik dinas PUPR.

Selain itu lokasi juga tidak berada di area Beachwalk Shopping Center. Lokasi berada di depan Pepito Jalan Pantai Kuta yang berjarak sekitar 500 meter dari Beachwalk Shopping Center.
Ketika ditanya apakah ada statement resmi dari Beachwalk terkait kondisi yang dikeluhkan warga di media sosial, Reksa menyampaikan belum ada. “Sejauh ini tidak ada karena bukan milik Beachwalk Shopping Center pak,
Lokasi juga tidak berada di area Beachwalk Shopping Center,” ujarnya.

Reksa juga mengirimkan surat pemberitahuan dari Dinas PUPR Badung terkait  kebocoran pada pipa air limbah yang berdiameter 500 mm yang berada di Jl. Pantai Kuta, Kelurahan Kuta (di depan Pepito Mart) pada tanggal 20 Desember2025. Kebocoran pipa tersebut mengakibatkan sebagian badan jalan di sekitar titik kebocoran tersebut amblas sehingga aliran air limbah dari wilayah Kuta tertahan.

Sementara itu, Kabid Pengawasan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Badung (DLHK Badung)  Nyoman Sumantra ketika dikonfirmasi terkait limbah di depan Beachwalk mengatakan pihaknya telah melakukan rapat dengan stakeholder dan pemangku kepentingan di wilayah tersebut.
“Kemarin kita sudah rapat, di sana ada pipa yang korosi. Sebelum tahun baru sudah didiskusikan, setelah tahun baru baru dilakukan perbaikan secara menyeluruh dari Pantai Kuta. Rencana awal, setiap 200 meter ada mainhoper. Nah dalam perbaikan itu ternyata tidak ada mainhoper, maka disalurkanlah ke drainase masuk ke DSDP,” kata Nyoman Sumantra.

Baca Juga :   Begini Aksi Polsek Kuta Utara Gandeng Tokoh Lintas Agama Gelorakan Persatuan

Ia mengatakan, semua properti dan akomodasi yang ada di Pantai Kuta telah langganan  Denpasar Sewerage Development Project (Proyek Pengembangan Sistem Pembuangan Air Limbah Denpasar) atau  DSDP di jalur sana. “Pengolahan limbah tidak dibuang ke Pantai Kuta. Semua hotel di Kuta langganan ke DSDP. Perbaikan DSDP melebar semua. Hasil rapat, setiap 200 meter ada mainhoper. Dari mainhoper  satu ke mainhoper dua disedot pakai mesin. Cuma masalahnya di jalur itu ternyata tidak bisa,” ujarnya

Ia menambahkan, jaringan itu disiapkan oleh tim dari Jepang. Lanjut dia, pengawasan limbah di Pantai kuta selama ini dilakukan rutin. “Ada tenaga harian spesialis untuk mengawasi pembuangan limbah. Karena dia sudah langganan DSDP maka pengawasan memang nihil,” ujarnya.