DENPASAR, REPORTASE BALI– Direktorat Intelkam (DitIntelkam) Polda Bali menggelar silaturahmi bersama belasan perwakilan anggota Ikatan Wartawan Online (IWO) Provinsi Bali di Renon, Denpasar, Rabu (28/1/2026). Dalam silaturahmi tersebut DitIntelkam dipimpin langsung oleh Kasubdit I Direktorat Intelkam Polda Bali, AKBP Agung Budiarto bersama tim dari Polda Bali. Silaturahmi berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan.
Pertemuan ini menjadi forum penguatan sinergi antara kepolisian dan media dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Bali melalui pemberitaan yang akurat dan berimbang di ruang digital.
Dalam pertemuan tersebut, AKBP Agung Budiarto menyampaikan apresiasi kepada IWO Provinsi Bali atas hubungan baik dan komunikasi yang selama ini terjalin. Ia menilai peran media sangat strategis dalam menjaga stabilitas Kamtibmas, khususnya melalui penyajian informasi yang tidak menimbulkan keresahan di masyarakat. “Peran media, terutama media online yang tidak mengenal ruang dan waktu sangat penting untuk mengedukasi masyarakat agar semakin cerdas, mampu memilih dan memilah informasi hoax yang berpotensi menciptakan situasi Kamtibmas yang tidak kondusif,” ujarnya.
Ada beberapa isu sensitif di Bali yang membutuhkan atensi tinggi agar masyarakat bisa memahami dengan baik. Seperti isu sampah, macet, pungutan wisatawan asing (PWA), Pansus TRAP yang tebang pilih, dan sebagainya. AKBP Agung juga mengajak IWO Bali untuk lebih aktif memberikan edukasi kepada masyarakat terkait isu sampah dan penanganannya. Menurutnya, isu tersebut kerap menimbulkan kesimpangsiuran informasi di media sosial apabila tidak disampaikan secara tepat dan proporsional.
Selain itu, ia menekankan pentingnya peran media dalam mengawal dan memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait perkembangan rencana strategis (lingstra) Bali. Hal ini diperlukan agar tidak terjadi framing negatif yang berpotensi memicu penolakan publik akibat minimnya informasi yang utuh.
Terkait fenomena banjir dan perubahan cuaca ekstrem di Bali, AKBP Agung mengimbau agar wartawan turut menyajikan pemberitaan yang konstruktif dan edukatif. Media diharapkan mampu mendorong kewaspadaan masyarakat tanpa menciptakan kepanikan.
Ia juga menyoroti maraknya pelanggaran yang dilakukan oleh warga negara asing (WNA), seperti overstay, pelanggaran adat, hingga pelanggaran lalu lintas. Menurutnya, media memiliki peran penting dalam mengedukasi publik agar masyarakat memahami langkah-langkah pemerintah dan kepolisian dalam penegakan hukum terhadap WNA yang tidak tertib.
Menutup arahannya, AKBP Agung mengajak IWO Bali untuk meningkatkan koordinasi dan komunikasi secara intensif dengan Ditintelkam Polda Bali guna menjaga situasi kamtibmas serta mencegah penyebaran informasi hoaks, dengan mengedepankan prinsip “saring sebelum sharing”.
Sementara itu, Ketua IWO Provinsi Bali, Tri Widiyanti menegaskan komitmen IWO dalam mendukung upaya pemerintah dan kepolisian menciptakan kamtibmas yang kondusif. Ia menyampaikan bahwa media memiliki tanggung jawab untuk menyosialisasikan kebijakan publik, termasuk dampak positif maupun mekanisme teknis yang belum diketahui masyarakat luas. Tri Widiyanti juga menyoroti perlunya peningkatan komunikasi antara pemerintah, kepolisian, dan media terkait isu banjir, agar informasi yang beredar di tengah masyarakat tidak simpang siur dan tetap sesuai dengan fakta di lapangan.
Terkait keresahan masyarakat terhadap maraknya tindakan WNA nakal, ia menilai pentingnya rilis resmi dari kepolisian agar tidak terjadi hoaks maupun spekulasi liar di media sosial.
“IWO berkomitmen mendukung Polda Bali dalam menjaga stabilitas wilayah melalui pemberitaan yang positif, berimbang, dan bertanggung jawab. Kami juga siap menjalin koordinasi dalam kegiatan literasi media serta peningkatan kapasitas jurnalis online,” tegas Tri Widiyanti.
Kegiatan silaturahmi ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat kolaborasi antara kepolisian dan insan pers demi terciptanya Bali yang aman, kondusif, dan informatif.



















