PHRI Bali Gandeng Kampus Digital untuk Hadapi Akomodasi Ilegal

0
5
Rektor Primakara University Dr. I Made Artana, S.Kom., M.M. (tengah) saat menerima penghargaan dari PHRI Bali yang diserahkan langsung oleh Prof. Dr. Ir. Tjok Oka Sukawati, M.Si.

DENPASAR, REPORTASEBALI.ID – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali mulai memacu transformasi digital untuk menghadapi tantangan industri pariwisata, salah satunya maraknya akomodasi tidak berizin yang beroperasi lewat platform digital.

Langkah ini ditandai dengan penunjukan Rektor Primakara University, I Made Artana, sebagai Koordinator Bidang Teknologi Digital PHRI Bali periode 2025–2030, bersamaan dengan pengukuhan pengurus PHRI Bali di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Jumat (23/1/2026).

Ketua PHRI Bali Tjok Oka Sukawati (Cok Ace) mengatakan, digitalisasi menjadi kebutuhan mendesak bagi industri pariwisata Bali di tengah ketimpangan antara lonjakan kunjungan wisatawan dan kinerja sektor formal.

“Jumlah wisatawan naik lebih dari 10 persen, tapi tingkat hunian hotel justru turun sekitar 8 persen. Salah satu penyebabnya adalah akomodasi tidak berizin yang beroperasi lewat platform digital,” kata Cok Ace.

Menurutnya, penguatan teknologi digital dibutuhkan agar industri pariwisata resmi mampu beradaptasi sekaligus bersaing secara sehat.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra menegaskan bahwa persoalan pariwisata Bali saat ini bersifat kompleks dan tidak bisa ditangani satu pihak saja.

“Kita sudah masuk era kolaborasi. Pemerintah, industri, dan masyarakat harus bergerak bersama,” ujarnya.

Primakara University dinilai memiliki pengalaman dalam mendukung transformasi digital PHRI Bali. Pada Musyawarah Daerah (Musda) XV PHRI Bali, Desember 2025 lalu, tim Primakara mengembangkan sistem registrasi digital untuk mendukung pelaksanaan kegiatan organisasi.

Atas kontribusi tersebut, PHRI Bali memberikan penghargaan kepada Primakara University dalam rangkaian acara pengukuhan.

Rektor Primakara University I Made Artana menyebut keterlibatan perguruan tinggi dalam organisasi industri menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem digital pariwisata Bali.

“Teknologi informasi berperan besar dalam efisiensi operasional, promosi digital, hingga penataan industri pariwisata yang lebih sehat,” jelasnya.

Dengan penguatan bidang teknologi digital, PHRI Bali berharap mampu mempercepat transformasi industri perhotelan dan restoran, sekaligus meningkatkan daya saing pelaku usaha resmi di tengah perubahan lanskap pariwisata digital.