
BADUNG, REPORTASEBALI.ID – Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Organisasi Daerah (Orda) Badung menggelar Simposium Anti Radikalisme dan Terorisme di Ruang Kertha Gosana, Pusat Pemerintahan Badung, Minggu (1/3/2026). Kegiatan ini bertujuan memperkuat ketahanan ideologi bangsa di tengah maraknya penyebaran paham radikal melalui media digital.
Simposium tersebut dihadiri unsur pemerintah daerah, tokoh masyarakat, aparat keamanan, serta organisasi kepemudaan masjid se-Kabupaten Badung. Fokus utama pembahasan adalah penguatan moderasi beragama dan literasi digital sebagai langkah pencegahan radikalisme sejak dini.
Ketua Panitia, Abdullah Taeb, mengatakan generasi muda menjadi kelompok yang rentan terpapar paham ekstrem akibat derasnya arus informasi di media sosial.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin meningkatkan pemahaman pemuda tentang bahaya radikalisme digital serta mendorong mereka lebih bijak dalam menyaring informasi,” kata Abdullah.
Ia menambahkan, forum tersebut juga menjadi wadah memperkuat jejaring pemuda masjid untuk menjaga kerukunan antarumat beragama di Bali.

Ketua Umum ICMI Orwil Bali, Farida Hanum Ritonga, menekankan pentingnya menjadikan Pancasila sebagai landasan dalam menghadapi berbagai ancaman ideologi transnasional. Menurut dia, pencegahan radikalisme perlu dilakukan dengan pendekatan toleransi dan dialog.
Dukungan juga disampaikan Pemerintah Kabupaten Badung. Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, dalam sambutan tertulis yang dibacakan Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Badung, Ni Made Umi Larasati, menyatakan radikalisme dan terorisme bukan hanya persoalan keamanan, tetapi juga persoalan sosial dan ideologi.
“Radikalisme bisa tumbuh dari kesalahpahaman, rasa ketidakadilan, serta lemahnya literasi digital. Karena itu diperlukan penguatan pendidikan karakter dan wawasan kebangsaan,” demikian isi sambutan tersebut.
Menurut Arnawa, perkembangan teknologi informasi membawa peluang sekaligus tantangan. Ruang digital, kata dia, harus dimanfaatkan untuk hal-hal produktif dan edukatif, bukan menjadi sarana penyebaran ujaran kebencian maupun propaganda.
Sebagai daerah tujuan wisata dengan masyarakat yang heterogen, Badung memiliki tantangan tersendiri dalam menjaga harmoni sosial. Pemerintah daerah, lanjut dia, terus mendorong sinergi dengan tokoh agama dan adat untuk memperkuat nilai moderasi serta meningkatkan literasi digital generasi muda.
Melalui simposium tersebut, ICMI Orda Badung menyatakan komitmennya untuk terus berkontribusi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) melalui pendekatan edukatif dan kolaboratif.
















