DENPASAR, REPORTASE BALI- Ikatan Keluarga Ebulobo Bali yang merupakan salah satu sub unit dari Ikatan Keluarga Besar Nagekeo (IKANA) Bali merayakan hari jadinya yang ke-26 dengan penuh sukacita dan semangat kebersamaan. Perayaan digelar di Gedung Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bali Sabtu sore hingga malam (11/4/2026). Acara berlangsung meriah, yang diawali dengan perayaan Ekaristi bersama, pentas seni budaya dan ramah tamah sederhana.
Ketua panitia acara, Kevan, menjelaskan, acara digelar dengan sederhana namun bermakna dan meriah. “Karena adalah acara kekeluargaan diaspora warga Ebulobo yang ada di Bali, maka semua dikemas dengan sangat sederhana namun tetap semarak dan meriah. Anak-anak Ebulobo yang ada di Bali tetap menampilkan ciri khas lokal sebagai identitas yang tidak melupakan kampung halaman mereka,” ujarnya.
Ketua Ebulobo Bali Alfred Roga menjelaskan, perayaan ini menjadi momen penting untuk mempererat tali silaturahmi antaranggota keluarga besar Ebulobo yang selama ini telah terjalin erat. Itulah sebabnya, tema yang diusung yakni “Bersatu dalam Ikatan, Bertumbuh dalam Kebersamaan”. Tema ini mengisyaratkan bahwa Ebulobo Bali yang tetap solid baik dalam suka maupun duka. “Artinya, Ebulobo Bali yang bertahan dan eksis hingga 26 tahun ini, terus bertumbuh dan berkembang, bukan karena satu atau dua orang saja, melainkan ada ikatan persaudaraan yang terus dijaga, dirawat, diupayakan. Ada banyak senior, sesepuh yang berjasa. Mereka diantaranya Bapak Patris Lali Wolo, Bapak Servasius Podhi, Bapak Kristianus Bali, Bapa Jery Bali dan beberapa nama lainnya yang tidak bisa saya sebut satu persatu. Dari tempat yang berbahagia ini saya ucapkan selamat ulang tahun Ebulobo Bali,” ujarnya disambut tepuk tangan meriah.
Ketua terpilih IKANA Bali Simon Woge menyatakan apresiasinya yang tinggi kepada warga Ebulobo Bali yang sudah eksis selama 26 tahun di Bali. “Ini biar anak-anak IKANA Bali tahu, Ebulobo Bali itu sudah ada sejak lama, bahkan sebelum IKANA Bali ada. Ebulobo Bali sudah ada sebelum IKANA Bali lahir. Ini sungguh istimewa. Bersatu dan bertumbuh bersama di tanah rantau sangat penting, saling dukung, saling berbagi, saling tegur kalau ada yang salah,” ujarnya.
Pria yang sudah menjadi warga Gianyar ini menyatakan rasa syukur atas perjalanan panjang organisasi yang telah berdiri selama lebih dari dua dekade. Ia juga menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai persatuan dan gotong royong di tengah keberagaman anggota.
“Perayaan ini bukan hanya sekadar ulang tahun, tetapi juga menjadi momentum refleksi dan penguatan komitmen kita untuk terus menjaga kebersamaan dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat,” ujarnya. Ebulobo Bali harus terus berkembang dan menjadi wadah yang solid bagi anggotanya, khususnya generasi muda, untuk berkreasi dan berkontribusi dalam berbagai bidang. Ebulobo Bali saat ini menjadi sub unit tertua di IKANA Bali di saat unit-unit lain sudah berevolusi, mekar kesana kemari, dan hanya Ebulobo Bali yang tetap solid.
Dengan semangat kebersamaan yang terus dijaga, Ikatan Keluarga Ebulobo Bali diharapkan mampu melangkah lebih maju di masa depan, sekaligus memperkuat peranannya sebagai unit yang harmonis dan berdaya guna di tengah masyarakat Bali.



















