LDII Bali Salurkan 10 Ribu Lebih Paket Daging Kurban Sesuai Tradisi Ngejot Bali

0
7

DENPASAR, REPORTASE BALI- Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi Bali membagikan 10 ribu paket daging kepada seluruh masyarakat Bali yang sangat membutuhkan. Ketua LDII Bali Haji Olih Sholihat Karso mengatakan, ada 10 ribu lebih warga yang akan menerima daging kurban di seluruh Bali. “Kami menyalurkan daging kurban tanpa memandang suku, agama, ras atau golongan tertentu. Kami memiliki hati nurani yang tulus, bahwa jika hari ini kami makan daging maka saudara kami yang sangat membutuhkan harus makan daging juga. Sebab kami berbagi dalam tradisi Bali yang disebut Ngejot Bali,” ujarnya Rabu (27/5/2026).

Jumlah ini disalurkan di 7 kabupaten dan kota di Bali. Total hewan yang dikurban yakni 149 sapi dan 287 kambing. Jumlah hewan kurban ini tersebar di 7 kabupaten dan kota yakni Denpasar, Badung, Tabanan, Gianyar, Karangasem, Buleleng, Jembrana. Jumlah terbanyak berada di Kota Denpasar yakni 77 ekor sapi dan 163 kambing. Dari jumlah tersebut, ada 15 ekor sapi dan 36 ekor kambing dikurbankan di Kantor LDII Bali. “Kami bagikan ke semua yang membutuhkan, sejauh yang sudah terdaftar. Seluruh hewan yang dikurban sudah melalui pemeriksaan fisik oleh tim dokter hewan dan semuanya dinyatakan layak konsumsi,” ujarnya.

Penglinsur Puri Grenceng Denpasar yang juga merupakan Ketua Persaudaraan Hindu Muslim Bali Anak Agung Ngurah Agung turut hadir dalam seremonial pembukaan di Kantor LDII Bali. Bukan hanya itu. Puri Grenceng Denpasar juga ikut menyumbang hewan kurban bagi umat muslim yang sedang menggelar hari Raya Idul Adha. Ia mengatakan, Puri Grenceng sendiri memiliki sejarah tersendiri dengan umat Muslim di Denpasar dan Bali umumnya. “Umat Hindu dan muslim di Bali sudah seperti keluarga sendiri. Kita hidup berdampingan, bersaudara sejak lama, dan dalam suasana hati yang dalam kami ikut menyampaikan selamat merayakan Idul Adha,” ujarnya.

Walau ribuan paket daging disalurkan, namun tetap tidak menggunakan plastik. Penyaluran daging kurban dikemas dalam wadah berupa besek atau anyaman daun dan bambu. Seluruh kemasan paket daging kurban tidak menggunakan plastik atau kresek.