KPU Gianyar Jadi Lokasi Studi Komisi Pemilihan India, Bahas Teknologi EVM dan Pengelolaan Pemilu

0
6

GIANYAR, REPORTASEBALI.ID – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gianyar menerima kunjungan studi delegasi Election Commission of India (ECI) dan India International Institute of Democracy and Election Management (IIIDEM) di Kantor KPU Gianyar, Jumat (5/6/2026).

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pertukaran pengetahuan dan pengalaman penyelenggaraan pemilu antara Indonesia dan India yang sama-sama dikenal sebagai negara demokrasi dengan jumlah pemilih besar.

Ketua KPU Kabupaten Gianyar, I Wayan Mura, menyampaikan apresiasi atas kunjungan delegasi India. Menurut dia, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk berbagi praktik terbaik dalam pengelolaan pemilu yang transparan dan berintegritas.

“Kami menyambut baik kunjungan ini sebagai kesempatan untuk saling belajar dan memperkuat kualitas penyelenggaraan demokrasi di kedua negara,” ujar Mura.

Perwakilan KPU RI, Idham Holik, menilai kunjungan tersebut menjadi momentum penting untuk memperluas pemahaman mengenai sistem kepemiluan yang diterapkan di Indonesia maupun India.

Menurut Idham, proses pembelajaran bersama dapat membuka peluang pengembangan tata kelola pemilu yang lebih efektif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Sementara itu, Ketua Delegasi India, Shri Anurag Goel, mengaku tertarik mempelajari tata kelola pemilu di Indonesia. Ia menjelaskan bahwa India menghadapi tantangan besar dalam penyelenggaraan pemilu karena jumlah pemilih yang mencapai ratusan juta orang dan wilayah yang sangat luas.

Dalam kesempatan itu, Anggota KPU Gianyar Gusti Bagus Agung Swandhita memaparkan pengalaman penyelenggaraan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Gianyar 2024. KPU Gianyar juga menayangkan video yang memperlihatkan tahapan pemilu serta berbagai layanan publik yang dikembangkan selama proses penyelenggaraan.

Salah satu materi yang mendapat perhatian adalah pemaparan mengenai penggunaan Electronic Voting Machine (EVM) yang telah digunakan dalam pemilu di India selama bertahun-tahun.

Delegasi India menjelaskan bahwa sistem EVM terdiri dari tiga komponen utama, yakni Control Unit, Ballot Unit, dan Voter Verifiable Paper Audit Trail (VVPAT).

Melalui sistem tersebut, pemilih dapat memverifikasi pilihannya melalui bukti cetak sebelum suara tersimpan secara otomatis dalam perangkat yang telah tersegel.

Menurut delegasi India, EVM dirancang dengan berbagai fitur keamanan untuk mencegah manipulasi. Perangkat tersebut tidak terhubung dengan internet, Wi-Fi, maupun Bluetooth sehingga tidak dapat diakses melalui jaringan eksternal.

Selain itu, setiap unit memiliki sistem chip khusus yang hanya dapat beroperasi dengan perangkat pasangan yang telah ditentukan sebelumnya.

Delegasi India juga menjelaskan bahwa EVM dapat digunakan di daerah terpencil karena beroperasi menggunakan baterai. Perangkat tersebut turut dilengkapi huruf Braille untuk memudahkan pemilih penyandang disabilitas netra.

Selain membahas teknologi pemungutan suara, delegasi India memaparkan sejumlah karakteristik sistem pemilu di negaranya, termasuk mekanisme pemberian suara melalui surat bagi anggota militer dan kepolisian yang sedang menjalankan tugas.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemutaran video mengenai penyelenggaraan pemilu di India yang menampilkan penggunaan teknologi pemilu, strategi peningkatan partisipasi pemilih, serta berbagai praktik pengelolaan kepemiluan yang diterapkan oleh Election Commission of India.

Kunjungan diakhiri dengan pertukaran cinderamata antara KPU Gianyar dan delegasi India sebagai simbol kerja sama dan persahabatan kedua lembaga.

Melalui kegiatan ini, kedua pihak berharap dapat terus memperkuat hubungan serta berbagi pengalaman untuk mendukung penyelenggaraan pemilu yang semakin transparan, inklusif, dan berintegritas.