DENPASAR, REPORTASE BALI – Di tengah persaingan ketat dunia pendidikan tinggi, Primakara University menunjukkan lompatan signifikan. Kampus berbasis teknologi ini mencatat tingkat serapan lulusan yang tinggi, bersamaan dengan capaian seluruh program studi Infokom yang kini berstatus akreditasi unggul.
Hal ini disampaikan dalam Wisuda X yang digelar di The Meru Sanur, Sabtu (25/4/2026), dengan jumlah wisudawan mencapai 165 orang.
Rektor I Made Artana menegaskan, capaian tersebut bukan hanya soal akademik, tetapi juga mencerminkan kesiapan lulusan menghadapi dunia kerja.
“Tahun ini sekitar 66 persen lulusan kami sudah bekerja atau menjalankan usaha sebelum wisuda. Ini menunjukkan bahwa lulusan tidak hanya siap, tapi juga dibutuhkan,” ujarnya.
Menurutnya, angka tersebut konsisten dalam beberapa tahun terakhir yang berada di kisaran 60–70 persen, bahkan sebagian lulusan lainnya memilih jalur wirausaha berbasis teknologi.
Tak hanya itu, seluruh program studi di bawah rumpun Infokom—yakni Teknik Informatika, Sistem Informasi, dan Sistem Informasi Akuntansi—resmi meraih akreditasi unggul dari LAM Infokom. Capaian ini dinilai masih jarang terjadi di Bali, terutama bagi kampus yang tergolong muda.

“Ini bukan proses instan. Kami memulai dari akreditasi C, kemudian meningkat ke B, hingga akhirnya unggul. Prosesnya lebih dari satu dekade,” jelasnya.
Ia menambahkan, pendekatan pendidikan berbasis technopreneurship menjadi salah satu faktor kunci. Mahasiswa tidak hanya dibekali teori, tetapi juga didorong membangun usaha sejak di bangku kuliah.
Untuk mendukung hal tersebut, kampus aktif menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari HIPMI, KADIN, hingga sektor pariwisata di Bali.
Ketua Yayasan Primakara, Juniwati Dewina, menyebut wisuda ini sebagai bukti nyata dari proses panjang yang dijalani mahasiswa.
“Ini adalah perjalanan yang penuh makna. Harapan yang dulu ditanam, kini tumbuh menjadi generasi masa depan,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan wisudawan, Ida Bagus Gede Askara, mengatakan pencapaian tersebut menjadi bekal penting untuk menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif.
“Perjalanan ini bukan akhir, tapi awal untuk terus berkarya dan berinovasi,” katanya.


















