
REPORTASEBALI.ID – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali memperkuat strategi peningkatan literasi dan inklusi keuangan melalui kolaborasi dengan civitas academica. Langkah ini diwujudkan dalam pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Literasi dan Inklusi Keuangan (KKN LIK) 2026.
Empat perguruan tinggi yang dilibatkan yakni Universitas Udayana, Universitas Pendidikan Ganesha, Universitas Warmadewa, dan Universitas Dhyana Pura. Kolaborasi ini menjadi bagian dari strategi OJK dalam memperluas jangkauan edukasi keuangan hingga ke tingkat desa.
Kepala OJK Provinsi Bali, Parjiman, menegaskan bahwa penguatan literasi keuangan tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan sinergi lintas sektor.
“OJK tidak dapat berjalan sendiri. Diperlukan kolaborasi strategis dengan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi, untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat,” ujar Parjiman.
Menurutnya, keterlibatan perguruan tinggi melalui program KKN menjadi langkah efektif karena mahasiswa dapat langsung berinteraksi dengan masyarakat. Selain itu, pendekatan ini sejalan dengan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.
Dalam KKN LIK 2026, sebanyak 687 mahasiswa akan diterjunkan ke 50 desa di sembilan kabupaten/kota di Bali selama Juli hingga Agustus 2026. Mereka akan menjalankan berbagai program edukasi keuangan, mulai dari sosialisasi di banjar, edukasi keluarga, sekolah, hingga komunitas pemuda desa.
Program ini juga menekankan pentingnya perlindungan konsumen dan kewaspadaan terhadap kejahatan di sektor jasa keuangan, termasuk investasi ilegal dan penipuan digital yang semakin marak.
KKN LIK merupakan program berkelanjutan yang telah dijalankan OJK sejak 2023. Hingga 2025, program ini telah menjangkau 100 desa di seluruh Bali dengan melibatkan lebih dari 1.500 mahasiswa.
Ke depan, OJK Provinsi Bali berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, perguruan tinggi, pelaku usaha jasa keuangan, serta pemangku kepentingan lainnya. Upaya ini diharapkan mampu mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan secara merata sekaligus mengakselerasi pertumbuhan ekonomi daerah.



















