Progress Proyek Underpass Simpang Tugu Ngurah Rai Dikebut

0
622

REPORTASEBALI.COM – Pemindahan utilitas yang terkena proyek underpass seperti pipa PDAM maupun kabel yang tertanam dibawah tanah, dikatakan Kepala Satuan Kerja Pelaksana Jalan Nasional Metropolitan Denpasar, Anak Agung Gde Sanjaya, menjadi kewenangan dari intstitusi terkait termasuk anggaran yang dibutuhkan dalam pemindahan itu.
 
Agung Sanjaya menjelaskan, zona-zona yang terlewati jalur proyek seperti, jaringan serat optik maupun kabel PLN juga dipindahkan oleh vendor mereka.
 
“Tanpa ada biaya dari kita, murni mereka. PDAM juga begitu. Tapi diluar itu (PDAM) semua startnya awal. Kita masuk kesini sebenarnya semua sudah harus dipindahkan,” jelas Agung Sanjaya.
 
Progress Underpass Simpang Tugu Ngurah Rai terus dikebut untuk menunjang pelaksanaan pertemuan International Monetery Fund (IMF-WB) pada Oktober mendatang. Kemacetan akibat proyek itu terjadi. Namun, PPK telah bekerjasama dengan Direktorat Lalu Lintas Polda Bali dan Dinas Perhubungan dalam mengatur arus lalu lintas.
 
“Untuk pekerjaan yang kita lakukan selalu koordinasi dengan Lalu Lintas dan Dishub. Dimana kita akan mengerjakan, jadualnya kita berikan dulu kepada kepolisian dan Dishub,” jelasnya demikian.
 
Proyek senilai Rp 168 milyar itu dikerjakan dalam 4 zona. Zona 1 berada di bundaran patung Ngurah Rai. Zona 2 berada di sisi selatan atau yang berdekatan dengan runway Bandara Ngurah Rai. Zona 3 berada di areal jaringan pipa PDAM Badung dan zona 4 merupakan penataan di simpang Jimbaran yang merupakan koneksi arus lalu lintas. Penataan itu untuk mengatasi tundaan arus lalu lintas. (dayu)

Baca Juga :   13 Jabatan Pamen Kodam IX/Udayana Diserahterimakan