DENPASAR, REPORTASE BALI- Bali Wellness and Beauty (BWB) Expo 2026 ke-2 resmi dibuka Kamis (4/6/2026) di Sanur Bali. Kali ini mengusung tema “Building Indonesia’s Wellness Economy: Towards a Globally Competitive and Sustainable Ecosystem”. Pameran ini menegaskan optimisme Indonesia menjadi salah satu pusat wellness dunia. Ketua BWB Bali, Diah Permana Tirtawati menyampaikan, tema tahun ini mencerminkan keyakinan kuat bahwa Indonesia memiliki seluruh modal untuk memimpin wellness economy global. “Berbekal kekayaan alam, budaya, tradisi kesehatan, serta semangat inovasi dan kewirausahaan, kita memiliki peluang besar membangun wellness economy yang berdaya saing global, berkelanjutan, dan mensejahterakan masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, terwujudnya visi tersebut membutuhkan kebijakan visioner, kolaborasi lintas sektor, serta sinergi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga keuangan, akademisi, dan masyarakat. Antusiasme industri wellness dan beauty terlihat dari meningkatnya jumlah peserta. Dibanding tahun pertama yang diikuti 80 booth dari 107 perusahaan dan merek, BWB Expo 2026 menghadirkan 90 booth dengan 140 perusahaan serta merek peserta. “Peningkatan ini menunjukkan sektor wellness dan beauty Indonesia sedang bertumbuh dan memiliki potensi besar untuk terus berkembang serta berkontribusi nyata terhadap perekonomian nasional,” kata Diah.
Sebagai pembeda dari penyelenggaraan tahun sebelumnya, BWB Expo 2026 untuk pertama kalinya menyelenggarakan plenary session. Sesi ini mempertemukan pengambil kebijakan sektor keuangan, pelaku industri, akademisi, dan praktisi dalam forum dialog strategis. Selain pameran, acara juga menghadirkan workshop, aktivitas kebugaran, dan sesi meditatif.
“Kami percaya masa depan wellness economy Indonesia tidak dapat dibangun satu pihak saja. Dibutuhkan keberanian berkolaborasi, komitmen berinovasi, dan visi bersama untuk ekosistem yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing tinggi,” tegasnya.
Ia berharap forum ini melahirkan gagasan baru, kolaborasi lebih kuat, serta langkah nyata menuju Indonesia sebagai pusat wellness dan kecantikan berkelas dunia. BWB expo 2026 ke-2 ini, akan berlangsung mulai tanggal 4-6 Juni 2026 bertempat di The Meru, Sanur Bali.
Plenary session menghadirkan, Dida Gardera, S.T., M.Sc., Plt. Deputi Bidang Koordinasi Industri, Ketenagakerjaan, dan Pariwisata, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, Metty Kusmayantie, Asisten Deputi Kemitraan dan Rantai Pasok Usaha Menengah, Kementerian UMKM RI, serta Hanifah, Asisten Deputi Pengembangan Usaha dan Akses Permodalan, Kementerian Pariwisata RI. Diskusi juga diperkuat oleh perspektif dunia usaha dan industri melalui kehadiran, Doddy Akhmadsyah Matondang, CEO SMESCO Indonesia, Hery Noercahya, Regional CEO BRI Bali Nusra; serta dr. Gede Wiryana Patra Jaya, M.Kes., Ketua Bali Medical Tourism Association.
Di tengah pesatnya pertumbuhan industri wellness global, hari
pertama Bali Wellness and Beauty Expo (BWB Expo) 2026 menegaskan pentingnya langkah strategis Indonesia dalam membangun ekosistem Wellness Economy yang kuat, terintegrasi, dan berdaya saing global.
Para panelis sepakat bahwa wellness tidak lagi dapat dipandang sebagai
sekadar tren gaya hidup, melainkan telah berkembang menjadi salah satu sektor
strategis yang berpotensi memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, penguatan UMKM, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat. Indonesia memiliki seluruh modal
yang dibutuhkan untuk menjadi salah satu pusat wellness dunia. “Indonesia memiliki kekayaan biodiversitas yang luar biasa, warisan budaya dan tradisi
kesehatan yang telah hidup selama berabad-abad, serta jutaan pelaku UMKM yang kreatif dan inovatif. Dengan dukungan kebijakan yang tepat, investasi yang berkelanjutan, dan kolaborasi lintas sektor, Indonesia memiliki peluang besar untuk
membangun Wellness Economy yang tidak hanya berdaya saing global, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menegaskan, Plenary Session tahun ini dipilih karena mencerminkan kebutuhan akan sinergi yang lebih kuat antara pemerintah, industri, sektor keuangan, akademisi, dan masyarakat dalam membangun ekosistem wellness nasional yang terintegrasi. “Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar bagi industri wellness dunia. Sudah saatnya
Indonesia mengambil peran yang lebih besar sebagai produsen inovasi, pusat
pengembangan wellness, serta destinasi yang mampu menginspirasi dunia melalui kekayaan alam, budaya, dan kearifan lokal yang dimiliki,” tambahnya.
Para pembicara juga menekankan pentingnya penguatan regulasi, peningkatan investasi, pengembangan sumber daya manusia, inovasi layanan, serta dukungan terhadap UMKM sebagai fondasi utama dalam membangun industri wellness yang inklusif dan
berkelanjutan. Selain Plenary Session, hari pertama BWB Expo 2026 juga menghadirkan berbagai program yang mencerminkan pendekatan wellness secara holistik. Kegiatan diawali
dengan sesi “Harmony of Tradition: Yoga Bali Kuno”, yang mengangkat kearifan lokal Bali sebagai bagian dari praktik wellness yang telah diwariskan secara turun temurun.
Beragam sesi interaktif turut memperkaya pengalaman peserta, mulai dari laughter yoga, diskusi mengenai kesehatan pencernaan dan nutrisi, hingga pembahasan
kesehatan mental dan mindfulness dalam kehidupan modern. Isu generasi muda juga mendapat perhatian melalui sesi “Wellness Among Gen-Z: Redefining Balance, Identity, and Wellbeing in the Digital Era”, yang mengangkat tantangan dan peluang wellbeing di tengah era digital.
Pelaku industri juga memperkenalkan berbagai inovasi dan layanan terbaru melalui sesi presentasi bisnis serta networking, yang diperkuat melalui forum “Quantum Networking: New Codes of Building Meaningful Collaborations” guna mendorong terciptanya kemitraan dan peluang usaha baru.
Menutup rangkaian hari pertama, The Art of Balinese Fashion Show menampilkan karya para desainer lokal yang memadukan unsur budaya, kreativitas, dan gaya hidup
modern sebagai refleksi harmonis antara tradisi dan inovasi. Melalui penyelenggaraan BWB Expo 2026, para pemangku kepentingan berharap
momentum ini dapat menjadi katalis bagi lahirnya kolaborasi yang lebih erat dalam membangun Wellness Economy Indonesia yang inklusif, berkelanjutan, dan mampu bersaing di tingkat global.
Sebagai platform yang mempertemukan pemerintah, industri, investor, akademisi, dan komunitas, Bali Wellness and Beauty Expo 2026 diharapkan dapat berkontribusi dalam mempercepat transformasi Indonesia menuju salah satu pusat wellness dan kecantikan
berkelas dunia.



















