DENPASAR, ReportaseBali.id – Indonesia mencatat sejarah baru dalam industri kuliner internasional. Untuk pertama kalinya, Indonesia dipercaya menjadi pusat seleksi Asia Gelato World Cup, sehingga seluruh peserta dari berbagai negara Asia harus mengikuti babak kualifikasi di Bali sebelum melaju ke kompetisi dunia di Italia.
Kabar tersebut disampaikan CEO Krista Exhibitions Daud D. Salim saat konferensi pers Bali Interfood 2026 di Nexx Cafe, Denpasar, Senin (31/8/2026).
Menurut Daud, kepercayaan tersebut merupakan pencapaian besar bagi Indonesia sekaligus pengakuan terhadap perkembangan industri kuliner nasional, khususnya sektor gelato.
“Yang menarik tahun ini, Indonesia berhasil menjadi pusat seleksi Asia. Artinya seluruh peserta dari berbagai negara Asia akan datang ke Indonesia untuk mengikuti seleksi sebelum tampil di Gelato World Cup di Italia,” ujar Daud.
Ia menjelaskan, negara-negara seperti Australia, Singapura, China, Taiwan, Hong Kong, Korea Selatan, Filipina, Vietnam hingga Indonesia akan mengirimkan wakil terbaiknya mengikuti Indonesia Selection Gelato World Cup yang berlangsung selama tiga hari, 2–4 September 2026 di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC).
Para pemenang dari Indonesia nantinya akan melanjutkan persaingan pada tingkat Asia yang berlangsung di Jakarta pada 4–7 November 2026 bersama sekitar sepuluh negara peserta lainnya.
Selanjutnya, para juara akan bertanding pada Gelato World Cup yang digelar di Rimini, Italia, pada 23–27 Januari 2027.
Angkat Cerita Bahan Lokal
Daud menjelaskan kompetisi gelato bukan sekadar menghasilkan rasa terbaik.
Setiap peserta diwajibkan menggunakan bahan lokal dari negaranya masing-masing sekaligus menceritakan filosofi, asal-usul, hingga proses pengolahan bahan tersebut.
Menurutnya, aspek storytelling menjadi bagian penting dalam penilaian.
“Kalau memakai nangka, durian, pepaya atau bahan lokal lainnya, chef harus mampu menjelaskan kenapa memilih bahan itu, bagaimana prosesnya, sampai nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Jadi bukan hanya soal rasa, tetapi juga kreativitas dan seni,” jelasnya.
Konsep tersebut diharapkan menjadi media promosi kekayaan pangan lokal Indonesia kepada dunia internasional.
Bali Interfood Hadirkan Beragam Kompetisi
Selain Gelato World Cup Indonesian Selection, Bali Interfood 2026 juga menghadirkan berbagai kompetisi lain seperti Fruit Carving Competition, Table Setting Competition, workshop bakery, pastry, kopi, wine pairing, business matching, hingga sertifikasi profesi BNSP.
Program tersebut melibatkan berbagai asosiasi industri, chef profesional, pelaku UMKM, hotel, restoran, hingga pelaku usaha makanan dan minuman.
Daud berharap penyelenggaraan Bali Interfood tidak hanya memberikan dampak terhadap industri kuliner, tetapi juga memperkuat sektor pariwisata Bali.
“Semoga kegiatan ini menjadi kesuksesan bagi Bali dan memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi. Kami ingin semakin banyak kompetisi internasional digelar di Bali sehingga talenta Indonesia memiliki kesempatan tampil di panggung dunia,” pungkasnya.

