JAKARTA, REPORTASEBALI.ID – Menyambut Hari Batik Nasional yang diperingati setiap 2 Oktober, jenama fesyen MANDALAS berkolaborasi dengan Yayasan Habibie & Ainun menghadirkan koleksi batik bertajuk “Menemani”.
Koleksi tersebut mengangkat kisah perjalanan cinta Presiden ke-3 Republik Indonesia BJ Habibie dan Hasri Ainun Habibie sebagai inspirasi.
Dalam kolaborasi ini, JNE hadir sebagai Official Logistics Partner. Dukungan tersebut merupakan bagian dari komitmen JNE dalam mendorong karya anak bangsa sekaligus mendukung pertumbuhan UMKM dan jenama lokal Indonesia.
Koleksi “Menemani” membawa tema tentang takdir dan pertemuan dua insan yang kemudian menjalani kehidupan bersama. Nilai cinta, kesetiaan, kecerdasan, dan kebermanfaatan yang melekat dalam kisah Habibie dan Ainun diterjemahkan ke dalam busana batik yang dapat digunakan dalam keseharian.
Inspirasi koleksi ini berangkat dari kisah pertemuan Habibie dan Ainun di Bandung pada awal 1960-an. Saat itu, Habibie yang sedang berada di Indonesia setelah menempuh pendidikan di Eropa kembali bertemu dengan Ainun, sosok yang telah dikenalnya sejak masa kecil.
Pertemuan tersebut kemudian menjadi awal perjalanan keduanya untuk saling menemani sepanjang kehidupan.
Co-Founder MANDALAS Daniel Anugrah Wiranata mengatakan, melalui koleksi ini pihaknya ingin mengajak masyarakat semakin bangga mengenakan busana karya anak bangsa.
“Kami ingin mewujudkan mimpi besar MANDALAS agar masyarakat Indonesia semakin bangga mengenakan busananya sendiri, termasuk batik sebagai warisan budaya bangsa yang sarat akan makna,” ujar Daniel.
Membawa Nilai Habibie dan Ainun
Direktur Yayasan Habibie & Ainun Nadia Sofia Habibie mengatakan, koleksi “Menemani” tidak hanya dimaknai sebagai produk fesyen, tetapi juga sebagai medium untuk menyampaikan nilai kehidupan yang inspiratif.
“Lewat koleksi ini, kami ingin masyarakat bisa merasakan dan membawa nilai-nilai cinta, kesetiaan, serta persahabatan lebih dekat dalam balutan busana sehari-hari,” kata Nadia.
Menurut dia, koleksi tersebut menjadi salah satu cara untuk meneruskan nilai-nilai yang terdapat dalam kisah Habibie dan Ainun kepada masyarakat luas.
“Ini menjadi cara untuk melanjutkan kekuatan cinta mereka di luar tembok Wisma Habibie & Ainun, agar bisa terus menemani di setiap momen bermakna dalam hidup kita,” tutur Nadia.
JNE Dukung Distribusi Produk Lokal
Sebagai bagian dari dukungan terhadap kolaborasi tersebut, JNE menyediakan potongan ongkos kirim untuk pembelian koleksi batik “Menemani”.
Program tersebut berlaku mulai 2 Oktober hingga 31 Desember 2026 untuk pengiriman ke seluruh wilayah Indonesia.
Informasi mengenai program potongan ongkos kirim dapat diakses melalui laman resmi JNE di https://jnewsonline.com/potongan-ongkir-mandalas/.
SVP Marketing Group Head JNE Eri Palgunadi mengatakan dukungan terhadap kolaborasi tersebut sejalan dengan komitmen perusahaan dalam membantu UMKM dan jenama lokal agar dapat berkembang.
“Menyambut usia JNE yang ke-36 tahun dengan mengusung tema ‘Melesat Hebat’, JNE terus berkomitmen untuk mendukung UMKM Indonesia agar dapat tumbuh bersama melalui semangat ‘Connecting Happiness’,” ujar Eri.
Ia berharap kolaborasi tersebut dapat memberikan nilai tambah sekaligus dampak positif bagi perkembangan jenama lokal di Indonesia.
“Harapannya, kolaborasi ini dapat memberikan nilai tambah dan dampak positif yang luas bagi jenama lokal di Indonesia,” kata Eri.
Melalui koleksi “Menemani”, MANDALAS dan Yayasan Habibie & Ainun tidak hanya menghadirkan batik sebagai bagian dari busana sehari-hari, tetapi juga membawa kembali kisah serta nilai-nilai Habibie dan Ainun dalam bentuk yang lebih dekat dengan generasi masa kini.

