DENPASAR, REPORTASEBALI.ID – Rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) BIM University yang dikemas dalam BIM Orientation Week (BIM O-Week) 2026 resmi berakhir, Rabu (16/9/2026).
Mengusung tema “BIM NextGen: Innovative Youth for a Strong Nation and Sustainable Future”, kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 14-16 September 2026, tersebut tidak hanya menjadi ajang pengenalan lingkungan kampus bagi mahasiswa baru.
BIM O-Week 2026 juga dirancang sebagai ruang pembentukan karakter, wawasan global, kreativitas, kepedulian sosial, literasi teknologi, hingga kemampuan berkolaborasi.
Sejak hari pertama, mahasiswa baru diajak memahami peran mereka sebagai bagian dari generasi muda yang akan menghadapi perubahan dunia yang semakin dinamis.
Dibuka dengan Wawasan Global
Rangkaian BIM O-Week 2026 diawali dengan prosesi penyematan name tag dan jas almamater oleh Wakil Rektor BIM University, Dr Anam Sutopo, kepada perwakilan mahasiswa baru.
Prosesi tersebut kemudian diikuti seluruh mahasiswa sebagai simbol bergabungnya mereka ke dalam keluarga besar BIM University.
Pembukaan turut dihadiri perwakilan Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah dan Ketua SGA BIM University, Putu Suartini.
Mahasiswa juga diperkenalkan dengan kehidupan organisasi kampus, termasuk Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) dan berbagai Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang dapat menjadi wadah pengembangan minat, bakat dan keterampilan.
Nuansa internasional turut mewarnai hari pertama. Mahasiswa baru mengikuti sesi bersama Duta Besar Kolombia secara virtual.
Kehadiran perwakilan diplomatik tersebut menjadi bagian dari upaya BIM University membuka wawasan global mahasiswa sejak awal memasuki dunia perguruan tinggi.
Mahasiswa didorong memiliki perspektif luas, memahami dinamika global, membangun karakter serta mempersiapkan diri menghadapi tantangan dunia.
Diperkenalkan Sistem Akademik hingga Etika AI
Memasuki pembekalan akademik, mahasiswa baru mendapatkan pemahaman mengenai berbagai sistem yang akan digunakan selama menjalani perkuliahan di BIM University.
Materi yang disampaikan Bayu Wardana, S.E., M.M. mencakup pengenalan Kartu Rencana Studi (KRS), sistem STAR, Sistem Kredit Semester (SKS), hingga ketentuan berpakaian di lingkungan kampus.
Mahasiswa juga mendapat pembekalan mengenai Sistem Kredit Poin (SKP) yang disampaikan Carnaval Rego Rio Sidabutar, S.Par., M.M.
Melalui materi tersebut, mahasiswa diperkenalkan dengan pentingnya aktivitas di luar ruang kelas melalui kegiatan akademik, organisasi, UKM dan berbagai aktivitas positif lainnya.
Sementara Akmil Asril, S.S., M.M. memberikan materi mengenai penyusunan proposal dan paper, termasuk struktur, sistematika, teknik penyusunan karya akademik dan integritas akademik.
Tak kalah penting, mahasiswa baru juga mendapat literasi mengenai etika penggunaan Generative AI dalam perkuliahan.
Materi tersebut menekankan bahwa AI dapat digunakan sebagai alat pendukung pembelajaran. Namun, penggunaannya harus tetap disertai verifikasi informasi, menjaga integritas akademik, keamanan data, transparansi serta tanggung jawab terhadap karya yang dihasilkan.
Beach Clean Up, Mahasiswa Belajar Peduli Lingkungan
Semangat sustainable future juga diterjemahkan melalui aksi nyata.
Pada Selasa (15/9/2026), mahasiswa baru mengikuti Beach Clean Up di kawasan Pantai Mertasari, Denpasar.
Dimulai pukul 07.00 WITA, mahasiswa menyusuri kawasan pesisir dan mengumpulkan berbagai jenis sampah, mulai dari plastik sekali pakai, sedotan, botol minuman hingga material lainnya.
Menariknya, sampah yang terkumpul tidak langsung dibuang. Mahasiswa membawanya kembali ke kampus untuk mendapatkan edukasi pengelolaan sampah.
Sampah kemudian dipilah menjadi organik dan anorganik. Sampah organik diolah menjadi pupuk, sedangkan sampah anorganik diarahkan ke bank sampah.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi pembelajaran bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari tindakan sederhana dan dilakukan secara bersama-sama.
Mahasiswa Dibekali Kesiapsiagaan Kebakaran
Selain akademik dan lingkungan, BIM O-Week 2026 juga membekali mahasiswa dengan keterampilan menghadapi kondisi darurat.
Mahasiswa mendapatkan edukasi mengenai faktor penyebab kebakaran, segitiga api, evakuasi mandiri hingga prosedur pelaporan ketika terjadi keadaan darurat.
Setelah memperoleh materi, mahasiswa mengikuti simulasi pemadaman api secara langsung.
Peserta diperkenalkan dengan metode pemadaman menggunakan kain basah serta penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).
Praktik tersebut dilakukan dengan pendampingan instruktur dan tim keselamatan sebagai bagian dari pembekalan life skill mahasiswa agar lebih tanggap ketika menghadapi situasi darurat.
Belajar Big Data hingga Bisnis Global
Rangkaian BIM O-Week juga menghadirkan talkshow interaktif yang mempertemukan perspektif teknologi dan kewirausahaan.
Talkshow dimoderatori Dr Cuk Taruna Hendrajaya, S.E., M.M., dengan menghadirkan Dr Ismail Fahmi, Ph.D., Founder Drone Emprit, serta Thaufik Mohammad Probowasito, S.Pd., M.Ed., PGDIA, Founder Mill Bakery.
Ismail Fahmi membahas pemanfaatan big data, Artificial Intelligence (AI) dan Natural Language Processing (NLP) untuk mengolah percakapan di media sosial menjadi informasi dan insight yang dapat mendukung pengambilan keputusan.
Sementara Thaufik berbagi pengalaman membangun bisnis F&B di Selandia Baru. Ia menceritakan perjalanan bisnisnya, termasuk kegagalan pada 2021 hingga mendirikan Mill Bakery di Auckland pada 2023.
Produk Mill Bakery disebut telah dipercaya oleh sejumlah hotel berbintang lima, termasuk Park Hyatt dan Sofitel Auckland.
Perpaduan wawasan teknologi, data dan kewirausahaan tersebut memberikan gambaran kepada mahasiswa mengenai kompetensi yang dibutuhkan di tengah dunia yang semakin terkoneksi.
Ide Mahasiswa Diuji Lewat Final Pitching
Semangat inovasi kemudian diwujudkan melalui final pitching BIM NextGen.
Mahasiswa baru mendapat kesempatan mempresentasikan ide bisnis dan inovasi sosial di hadapan juri dan audiens.
Dua gagasan yang ditampilkan antara lain “Jasa Membuat Konten untuk UMKM” dengan konsep From Problem to Solution, From Idea to Impact serta inovasi lingkungan “IDEA/Bank Sampah Point”.
Gagasan digitalisasi UMKM mengangkat persoalan keterbatasan digitalisasi pelaku usaha mikro dan kecil.
Sementara Bank Sampah Point menawarkan sistem pengelolaan sampah berbasis saldo dan reward point dengan alur pilah, setor, timbang, catat, saldo, poin, kelola atau jual.
Poin yang terkumpul juga dikaitkan dengan peluang mendukung kebutuhan pendidikan melalui donasi.
Melalui sesi pitching, mahasiswa tidak hanya dituntut menyampaikan ide, tetapi juga mengidentifikasi masalah, menggunakan data, menyusun solusi dan mempresentasikan gagasan secara terstruktur.
Penutupan Diwarnai Penghargaan
Setelah melewati rangkaian selama tiga hari, BIM Orientation Week 2026 resmi ditutup pada Rabu (16/9/2026).
Penutupan diwarnai apresiasi bagi mahasiswa baru yang menunjukkan kreativitas, kekompakan dan partisipasi selama kegiatan.
Empat kategori penghargaan kelompok diberikan, yakni:
- Best Pitching Performance
- Best Idea
- Best Yel-Yel
- Best Friendly
BIM University juga memberikan penghargaan individu. Zeynna Debriano Ifaldi dari Program Studi Bisnis Digital meraih penghargaan sebagai Mahasiswa Paling Aktif.
Sementara penghargaan kategori Video Perkenalan diberikan kepada Intan Dwi Cahya Ramadhani, yang juga merupakan mahasiswa baru Program Studi Bisnis Digital.
Berakhirnya BIM Orientation Week 2026 sekaligus menjadi awal perjalanan baru bagi mahasiswa sebagai bagian dari keluarga besar BIM University.
Rangkaian kegiatan tersebut membawa pesan bahwa mahasiswa baru tidak hanya dipersiapkan untuk menjalani proses akademik, tetapi juga didorong menjadi generasi yang mampu berpikir inovatif, berkolaborasi, peduli terhadap lingkungan dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Selamat datang BIM NextGen 2026. Saatnya belajar, berkolaborasi, berinovasi dan memberikan dampak.

