DENPASAR, REPORTASE BALI- Dukungan institusi menjadi salah satu kesan yang menonjol dalam pelaksanaan Workshop Penulisan Proposal Hibah Nasional untuk Dosen Muda dan Vokasi 2026 di BIM University, 23–25 September 2026. Hal tersebut disampaikan Dr. Rismawati, S.E., M.S.A., CSRS., CSRA., CSP., Fasilitator Risbang dari Universitas Muhammadiyah Palopo, setelah mendampingi peserta selama kegiatan.
Dr. Rismawati menilai workshop memberikan manfaat yang besar bagi peserta, terutama dalam memperkuat pemahaman mengenai penyusunan proposal hibah. Menurutnya, materi yang disampaikan akan memberikan hasil optimal apabila peserta mampu menerapkannya secara langsung pada proposal yang sedang dikembangkan.
“Kegiatan ini memberikan manfaat yang sangat besar bagi peserta. Dengan memanfaatkan materi dan pendampingan secara maksimal, saya yakin kualitas proposal yang dihasilkan akan semakin baik,” kata Dr. Rismawati.
Ia melihat peserta memiliki peluang untuk memperbaiki berbagai aspek proposal melalui diskusi dan pendampingan yang diberikan selama workshop. Interaksi langsung dengan fasilitator, menurutnya, menjadi kesempatan bagi peserta untuk memperoleh perspektif lain terhadap gagasan penelitian yang mereka miliki.
Tidak hanya mengapresiasi substansi kegiatan, Dr. Rismawati juga memberikan perhatian pada suasana BIM University sebagai tempat berlangsungnya workshop. Lingkungan kampus dinilainya mendukung proses pembelajaran karena memberikan suasana yang nyaman bagi peserta dan narasumber selama kegiatan berlangsung.
“Suasana BIM University sangat nyaman dan kondusif untuk kegiatan workshop. Dukungan dari pimpinan juga sangat terasa sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.
Dukungan tersebut juga terlihat dari kebijakan akademik BIM University selama kegiatan berlangsung. Perkuliahan yang sebelumnya dilaksanakan secara luring disesuaikan menjadi pembelajaran daring. Langkah ini memungkinkan workshop berjalan dengan optimal sekaligus memastikan aktivitas perkuliahan mahasiswa tetap berlangsung.
Dr. Rismawati menilai kebijakan tersebut menunjukkan adanya perhatian yang seimbang terhadap peningkatan kapasitas dosen dan keberlangsungan pendidikan mahasiswa.
“Penyesuaian sistem perkuliahan dari luring menjadi daring merupakan bentuk dukungan yang sangat baik. Workshop dapat berlangsung dengan optimal, sementara kegiatan pembelajaran mahasiswa tetap berjalan sebagaimana mestinya,” jelasnya.
Ia juga mengapresiasi dukungan Rektor dan jajaran pimpinan BIM University terhadap kegiatan tersebut. Menurutnya, keterlibatan pimpinan menunjukkan bahwa pengembangan kompetensi akademik dan riset menjadi bagian penting dalam penguatan institusi.
Di luar aspek akademik, Dr. Rismawati melihat hal menarik dari keberadaan Muhammadiyah dan BIM University di tengah masyarakat setempat. Ia menilai penerimaan masyarakat terhadap Muhammadiyah sebagai organisasi yang berada pada posisi minoritas di lingkungan tersebut cukup positif.
“Penerimaan masyarakat terhadap Muhammadiyah di lingkungan ini cukup baik. Hal tersebut menunjukkan bahwa komunikasi dengan masyarakat telah terbangun dan Muhammadiyah mampu menghadirkan keberadaannya secara positif di tengah lingkungan sosial,” ungkapnya.
Menurutnya, hubungan yang baik dengan masyarakat menjadi modal penting bagi keberlanjutan sebuah perguruan tinggi. Kampus tidak hanya dituntut menjalankan fungsi pendidikan dan penelitian, tetapi juga perlu membangun hubungan sosial yang positif dengan lingkungan sekitar.
Pelaksanaan workshop di BIM University pun tidak hanya menjadi forum peningkatan kapasitas dosen dalam menyusun proposal hibah. Kegiatan tersebut sekaligus mempertemukan akademisi dari berbagai perguruan tinggi untuk berbagi pengalaman, memperluas jejaring, dan membuka peluang kolaborasi penelitian.
Dengan dukungan pimpinan, fasilitator, dan partisipasi aktif peserta, workshop diharapkan menghasilkan proposal yang lebih kuat sekaligus mendorong peningkatan budaya riset di lingkungan perguruan tinggi. BIM University juga dinilai memiliki modal penting untuk terus mengembangkan ekosistem akademik melalui kegiatan pendidikan, penelitian, dan kolaborasi yang berkelanjutan.

