Pelari Terpukau Keindahan Jatiluwih di Bali Tourism Run 2026, Berharap Digelar Setiap Tahun di Destinasi Berbeda

0
5
Ajang perdana Bali Tourism Run 2026 yang digelar di kawasan Daya Tarik Wisata (DTW) Jatiluwih, Kabupaten Tabanan, Minggu (21/6/2026)

TABANAN, REPORTASEBALI.ID – Ajang perdana Bali Tourism Run 2026 yang digelar di kawasan Daya Tarik Wisata (DTW) Jatiluwih, Kabupaten Tabanan, Minggu (21/6/2026), tak hanya sukses menyedot ribuan peserta, tetapi juga meninggalkan kesan mendalam bagi para pelari. Perpaduan olahraga dan panorama alam khas Bali membuat event ini mendapat apresiasi dari peserta yang berharap kegiatan serupa menjadi agenda tahunan.

Sebanyak 1.715 pelari dari dalam dan luar negeri mengikuti event yang menjadi bagian dari rangkaian menuju Peringatan 100 Tahun Pariwisata Bali pada 2027. Para peserta menyusuri lintasan sepanjang 5 kilometer yang membelah hamparan sawah terasering Jatiluwih, kawasan yang telah ditetapkan UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia.

Salah seorang peserta, Herlina Laksmini dari PT BPR Sari Sedana, mengaku sangat terkesan dengan penyelenggaraan Bali Tourism Run 2026. Menurutnya, event ini memberikan pengalaman berbeda dibandingkan ajang lari lainnya karena para peserta dapat menikmati keindahan alam Bali secara langsung.

Peserta Bali Tourism Run 2026 berpose usai menyelesaikan rute lari 5 kilometer di kawasan DTW Jatiluwih, Kabupaten Tabanan, Minggu (21/6/2026). Ajang sport tourism perdana yang diikuti 1.715 pelari dari dalam dan luar negeri tersebut memadukan olahraga dengan keindahan terasering Jatiluwih yang diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia.

“Ivent ini sangat bagus dan sukses. Kami disuguhi pemandangan yang sangat luar biasa karena bisa menikmati keindahan alam Jatiluwih sambil berlari. Suasananya sejuk, pemandangannya indah, dan pengalaman seperti ini jarang kami dapatkan di event lari lainnya,” ujar Herlina.

Ia menilai konsep sport tourism yang memadukan olahraga dengan destinasi wisata alam merupakan langkah tepat dalam mempromosikan Bali kepada dunia. Menurutnya, para peserta tidak hanya datang untuk berlari, tetapi juga memperoleh pengalaman menikmati kekayaan alam dan budaya Bali.

Herlina berharap Bali Tourism Run dapat digelar secara rutin setiap tahun dengan lokasi yang berbeda di setiap penyelenggaraannya.

“Saya berharap kegiatan ini diadakan setiap tahun dan digelar secara bergilir di setiap kota dan kabupaten di Bali. Dengan begitu, peserta bisa menikmati keindahan destinasi yang berbeda-beda dan semakin mengenal potensi pariwisata di seluruh Bali,” katanya.

Antusiasme serupa juga terlihat dari ribuan peserta lainnya yang datang dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara, seperti Rusia, China, Amerika Serikat, dan Prancis. Banyak di antara mereka mengabadikan momen berlari di tengah hamparan sawah hijau Jatiluwih yang menjadi daya tarik utama event tersebut.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali, Dewa Made Indra, yang mewakili Gubernur Bali, turut hadir dan ikut berlari bersama peserta. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan apresiasi kepada Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) dan seluruh panitia atas suksesnya penyelenggaraan event perdana tersebut.

“Mewakili Pemerintah Provinsi Bali, kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada ASITA dan seluruh panitia. Meskipun baru pertama kali dilaksanakan, kegiatan ini berlangsung sangat meriah dan sukses dipadati peserta,” ujar Dewa Indra.

Ia berharap Bali Tourism Run dapat berkembang menjadi agenda sport tourism berskala internasional. Bahkan, jumlah peserta pada tahun depan ditargetkan meningkat hingga lima kali lipat dari penyelenggaraan perdana tahun ini.

Ketua DPD ASITA Bali, Putu Winastra, mengatakan Bali Tourism Run merupakan bentuk kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri pariwisata, dan masyarakat dalam memperkuat posisi Bali sebagai destinasi wisata kelas dunia.

Selain mendorong peningkatan kunjungan wisatawan dan memperpanjang lama tinggal wisatawan di Bali, event ini juga diharapkan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat di sekitar destinasi wisata.

Dengan memadukan olahraga, promosi pariwisata berkelanjutan, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat, Bali Tourism Run 2026 dinilai berhasil menghadirkan pengalaman baru bagi para pelari. Dari sudut pandang peserta, ajang ini bukan sekadar lomba lari, melainkan sebuah perjalanan menikmati keindahan alam dan budaya Bali yang layak menjadi agenda tahunan di Pulau Dewata