Waterbom Bali Raih Penghargaan Pengelolaan Sampah Terbaik, Perkuat Komitmen Pariwisata Berkelanjutan

DENPASAR, Reportase Bali – Waterbom Bali kembali menorehkan prestasi di bidang lingkungan hidup. Pemerintah Provinsi Bali memberikan penghargaan kepada destinasi wisata tersebut atas penerapan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS) dan pemilahan sampah terbaik pada kategori daya tarik wisata tahun 2026.

Penghargaan itu tertuang dalam Piagam Penghargaan Gubernur Bali Nomor B.20.800.1.12.8/2570/SEKRET/DISPAR tertanggal 14 Agustus 2026 yang ditandatangani Gubernur Bali, Wayan Koster.

Apresiasi tersebut diberikan sebagai bentuk pengakuan atas konsistensi Waterbom Bali dalam mengelola sampah sejak dari sumbernya. Sistem yang diterapkan meliputi pemilahan sampah, pengolahan sampah organik, pengomposan, pemanfaatan kembali material yang masih bernilai, hingga menekan jumlah sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA).

Berdasarkan data perusahaan, sepanjang 2025 sebanyak 99,32 persen sampah berhasil dialihkan dari TPA, sehingga hanya sekitar 0,68 persen sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir.

Selain itu, setiap hari Waterbom Bali mengolah sekitar 800 kilogram sampah organik yang berasal dari daun, ranting, dan sisa makanan. Seluruh sampah tersebut diproses menjadi kompos untuk mendukung pemeliharaan ruang terbuka hijau di kawasan wisata.

CEO Waterbom Bali, Sayan Gulino, mengatakan penghargaan tersebut menjadi penyemangat bagi perusahaan untuk terus meningkatkan kontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan Bali.

“Bali bukan sekadar tempat Waterbom menjalankan bisnis. Bali adalah rumah kami, dan menjaganya adalah tanggung jawab kami. Penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus mengurangi sampah ke TPA, menggunakan kembali sumber daya, dan menurunkan emisi dalam perjalanan kami menuju Net Zero Emission 2033,” ujarnya.

Melalui program Karmic Returns, lanjut Sayan, Waterbom Bali juga ingin mengajak lebih banyak pelaku industri pariwisata untuk bersama-sama menerapkan praktik pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

“Jika industri pariwisata berkolaborasi, kita dapat meninggalkan Bali yang lebih baik bagi generasi mendatang,” katanya.

Dukung Target Net Zero Emission 2033

Pengelolaan sampah menjadi salah satu pilar utama dalam strategi Waterbom Bali mencapai target Net Zero Emission 2033. Perusahaan menargetkan penurunan hingga 90 persen emisi gas rumah kaca pada Scope 1, Scope 2, dan Scope 3.

Upaya tersebut dilakukan melalui berbagai langkah, mulai dari optimalisasi pengelolaan sampah, pemanfaatan energi terbarukan dan panel surya, efisiensi penggunaan air, hingga pemanfaatan kembali air hasil pengolahan limbah untuk kebutuhan irigasi.

Menurut Waterbom Bali, keberlanjutan tidak hanya diwujudkan melalui satu program, melainkan menjadi bagian dari seluruh operasional destinasi wisata.

Konsep tersebut sejalan dengan pengembangan pariwisata regeneratif, yakni pendekatan yang tidak hanya mengurangi dampak lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat bagi alam, masyarakat, budaya, dan kawasan tempat destinasi wisata berkembang.

Program Karmic Returns yang dijalankan sejak 2016 juga mengadopsi nilai-nilai Tri Hita Karana, dengan mendorong keharmonisan hubungan manusia dengan lingkungan, sesama, dan aspek spiritual.

Diharapkan Jadi Inspirasi Industri Pariwisata

Waterbom Bali berharap praktik pengelolaan sampah yang diterapkan dapat menjadi inspirasi bagi destinasi wisata lain di Bali maupun Indonesia.

Menurut perusahaan, hotel, restoran, pusat perbelanjaan, beach club, taman rekreasi, hingga destinasi wisata lainnya dapat menerapkan sistem pengelolaan sampah sesuai kapasitas masing-masing.

Bagi destinasi berskala besar, pengolahan sampah dapat dilakukan secara mandiri. Sementara destinasi yang lebih kecil dapat membangun kolaborasi dengan desa adat, TPS3R, komunitas, maupun pelaku usaha setempat.

Prinsip utama yang terus didorong yakni mengukur produksi sampah, melakukan pemilahan sejak dari sumber, mengolah sampah sedekat mungkin dengan lokasi asalnya, memanfaatkan kembali material yang masih bernilai, serta meminimalkan jumlah sampah yang dikirim ke TPA.

Melalui penghargaan ini, Waterbom Bali menegaskan komitmennya untuk terus mendukung transformasi industri pariwisata menuju model yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan sekaligus memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat Bali.

Mungkin Anda Menyukai