525 Siswa di Bali Ikuti Pajak Bertutur Tahun 2026 : Pajak Kita, Energi Generasi Juara

DENPASAR, REPORTASE BALI- Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Bali bersama dengan seluruh unit kerja di lingkungan Kanwil DJP Bali menggelar kegiatan Pajak Bertutur Tahun 2026 secara serentak dengan tema “Pajak Kita : Energi Generasi Juara”. Program ini ditujukan untuk menanamkan kesadaran pajak sejak dini kepada peserta didik dari tingkat sekolah dasar, menengah pertama dan atas di wilayah Provinsi Bali.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Bidang Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Kanwil DJP Bali, Putu Eko Prasetio melaporkan bahwa Pajak Bertutur Tahun 2026 diikuti oleh 525 siswa yang tersebar di beberapa sekolah yakni, SDN 1 Benoa, Badung 6. SMA Negeri 1 Kuta Utara, Badung, SDN 6 Kesiman, Denpasar 7. SMA Negeri 5 Denpasar, SMP Nasional Denpasar 8. SMK PGRI 4 Denpasar, SMP Negeri 4 Melaya, Jembrana, SMK Negeri 1 Seririt, Buleleng, SMA Negeri 1 Baturiti, Tabanan, Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Provinsi Bali Tingkat SMP

Dalam sambutannya, Kepala Kanwil DJP Bali Darmawan menyatakan bahwa memilih SMP Nasional Denpasar sebagai salah satu lokasi pelaksanaan kegiatan Pajak Bertutur Tahun 2026 karena sejalan dengan perluasan Program Inklusi Kesadaran Pajak dalam Pendidikan yang mulai diterapkan Direktorat Jenderal Pajak pada tahun 2026 hingga jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP).

“SMP Nasional Denpasar merupakan salah satu dari enam SMP di Provinsi Bali yang terpilih sebagai sekolah piloting dalam pelaksanaan Program Inklusi Kesadaran Pajak pada jenjang Sekolah Menengah Pertama. Sejalan dengan program tersebut, Pajak Bertutur menjadi salah satu sarana bagi Direktorat Jenderal Pajak (DJP) untuk mengenalkan peran dan manfaat pajak kepada generasi muda melalui cara yang lebih seru dan menyenangkan. Kegiatan ini tidak tidak hanya menjadi ruang bagi kami untuk memperkenalkan pajak kepada adik-adik, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mendengarkan pandangan dan pemikiran kalian mengenai pajak dari sudut pandang generasi muda,” ucap Darmawan.

Selanjutnya, Darmawan menekankan bahwa tema Pajak Bertutur 2026 “Pajak Kita, Energi Generasi Juara”, memiliki keterkaitan erat dengan semangat generasi muda dalam mewujudkan cita-citanya. “Adik-adik, apakah ada yang bercita-cita menjadi dokter, guru, atlet, pengusaha, seniman, atau profesi lainnya? Apapun cita-cita yang ingin diraih, tentu dibutuhkan semangat, kerja keras, dan energi untuk mewujudkannya. Begitu juga dengan Indonesia. Indonesia memiliki cita-cita besar seperti menghadirkan pendidikan yang semakin baik, layanan kesehatan yang semakin mudah, fasilitas umum yang semakin memadai, serta kehidupan masyarakat yang semakin sejahtera. Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, Indonesia membutuhkan energi untuk terus bergerak dan membangun. Salah satu energi penting yang mendukung pembangunan tersebut adalah pajak,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut juga disampaikan edukasi tentang pajak, dan arti pentingnya pajak dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) oleh Penyuluh Pajak Kanwil DJP Bali, Ni Putu Ariasih dan Mohamad Arif Prasaja. Penyuluh Pajak memperkenalkan konsep Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui perumpamaan sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, yaitu penggunaan dompet untuk mengatur uang agar materi mudah dipahami oleh siswa. “Adik-adik, siapa yang sudah memiliki dompet sendiri untuk menyimpan atau menggunakan uang untuk berbelanja? Pemerintah juga memiliki dompet yang digunakan untuk mengatur penerimaan dan pengeluaran negara. Dompet tersebut disebut APBN, uang yang masuk ke dalam dompet pemerintah disebut Pendapatan Negara, sedangkan uang yang digunakan atau keluar dari ‘dompet’ tersebut disebut Belanja Negara,” jelas Ariasih.

Selanjutnya Arif juga menjelaskan bahwa uang yang terkumpul dalam APBN, dimana salah satu sumber utamanya berasal dari pajak, digunakan kembali untuk membiayai berbagai kebutuhan masyarakat dan mendukung pembangunan nasional. Sektor pendidikan menjadi salah satu sektor prioritas dalam APBN.

“Sesuai dengan amanat Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, pemerintah mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar Rp757,8 triliun atau 20% dari APBN pada tahun 2026. Anggaran tersebut dimanfaatkan untuk berbagai program pendidikan, antara lain Program Indonesia Pintar bagi 21 juta siswa, Kartu Indonesia Pintar (KIP) bagi 1,2 juta mahasiswa, Tunjangan Profesi Guru, Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Beasiswa LPDP, pendanaan riset, hingga program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang ditujukan kepada 82,9 juta penerima,” jelas Arif.

Melalui kegiatan Pajak Bertutur, Kanwil DJP Bali mengenalkan bahwa kesadaran pajak dapat dibangun sejak dini melalui hal-hal sederhana yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari seperti belajar dengan sungguh-sungguh, memahami peran pajak dalam pembangunan, serta berbagi pengetahuan mengenai pajak kepada teman dan keluarga menjadi bentuk kontribusi yang dapat dilakukan oleh generasi muda sesuai dengan perannya. Pemahaman mengenai pajak juga menjadi bagian dari pembentukan karakter sebagai warga negara yang peduli terhadap pembangunan dan bentuk tanggung jawab dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Mungkin Anda Menyukai