Gerakan Penanaman Mangrove Dukung Program Coastal Carbon Corridor

0
850

REPORTASEBALI.COM – Menindaklanjuti International Conference on Sustainable Mangrove Ecosystem di Bali 18 – 21 April 2017, Yayasan Kehati bermitra dengan Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup Bali mendapatkan sponsor dari BRI Wilayah Bali melaksanakan penghijauan mangrove di Pantai Serangan Denpasar. Kegiatan ini berlangsung pada Jumat 12 Mei 2017 diikuti oleh 250 peserta dari Kelompok Siswa Pecinta Alam Duta Bhuana, OSIS, Pramuka SMAN 2 Kuta, SMPN 11 Denpasar, SMP Wisata Sanur, Peduli Energi KesLing Denpasar, Mapala Undiksa, Pecinta Panjat Tebing Bali, Sekaa Guru Peduli Lingkungan (SGPL), Kelurahan Serangan dan UPT Tahura.
 

Kegiatan dengan Tema “Penanaman Mangrove Guna Mendukung Program Coastal Carbon Corridor, Demi Keberlanjutan Ekosistem dan Generasi Masa Depan”, diharapkan bisa mencapai tujuannya yakni mendukung program pemerintah khususnya dalam pengelolaan ekosistem mangrove, sebagai salah satu sumberdaya hayati untuk kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat Indonesia, Restorasi dan perlindungan ekosistem mangrove di daerah pesisir Pulau Bali, dan meningkatnya daya dukung lingkungan ekosistem mangrove di daerah pesisir Pulau Bali untuk mitigasi perubahan iklim, konservasi biodiversitas dan ketahanan terhadap resiko bencana alam.
 

Kegiatan penanaman mangrove dimulai pukul 07.00 Wita untuk menghindari air pasang. Jenis mangrove yang ditanam di lokasi ini adalah Rhizopora Mucronata dengan jumlah 1000 pohon. Target penanaman mangrove ini harus tumbuh bukan sekedar menanam dan ditinggal. Maka PPLH Bali dan Sispala Duta Bhuana SMAN 2 Kuta sebagai orang tua asuh mangrove ini akan melakukan monitoring dan perawatan dari gangguan sampah dan mengganti yang mati hingga 6 (enam) bulan ke depan.
 
 
Bapak IB. Anom Indra Adi sebagai wakil dari BRI Wilayah Bali dalam sambutannya menyampaikan rasa sangat senang karena bisa bekerjasama dan berkontribusi terhadap pelestarian mangrove di Bali. Semoga penanaman mangrove di Serangan ini bermanfaat bagi lingkungan dan kehidupan anak cucu nanti. Kepala Sekolah SMAN 2 Kuta juga berpesan kepada anak-anak yang mengikuti penanaman untuk terus melakukan aksi atau tindakan nyata meskipun itu kecil, dari pada banyak membaca literature tapi tidak berbuat nyata.
 
PPLH Bali sebagai panitia sangat mengharapkan setiap sekolah terutama yang berdekatan dengan pantai atau hutan mangrove hendaknya berupaya menjadi orang tua asuh mangrove. Karena mangrove sangat bermanfaat penting bagi kehidupan manusia dan ekosistem mangrove yang ada di sekitarnya.(Dayu)