Cok Ace Terima Kunjungan Studi Banding Lembaga Kebudayaan Betawi

0
280

REPORTASEBALI.COM – Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) menerima rombongan budayawan dan seniman betawi. Mereka ternaung dalam Lembaga Kebudayaan Betawi yang dipimpin oleh Becky Mardani sebagai ketua.
 
Cok Ace menerima kedatangan para seniman Betawi itu di kediamannya di Puri Agung Saren, Ubud, Gianyar, Minggu (23/12/2018). Cok Ace mengungkapkan, kesenian dan kebudayaan sudah menyatu dengan masyarakat Bali. Sehingga hal itu menjadi modal utama menarik wisatawan ke Bali.
 
“Saya yakin Bali dan Betawi punya banyak kesamaan, yaitu budaya yang unik didukung oleh masyarakat yang kreatif jadi bisa menjadi modal menarik wisatawan,” jelasnya.
 
Dalam kesempatan tersebut, Wagub juga menyinggung tentang pentingnya cluster-cluster atau pemetaan wilayah sebagai objek wisata.
 
“Jadi kita kembangkan potensi wisata di sini berdasarkan potensi masing-masing wilayah, sehingga daya tarik wisata bisa tersebar,” jelasnya.
 
Begitu juga dengan kebudayaan, Ia menganggap pentingnya pendataan tentang kebudayaan di masing-masing daerah.
 
“Dengan cara ini biasanya akan lebih mudah dalam hal pelestarian dan pengembangan,” cetusnya.
 
Lebih jauh, Ia mengatakan setiap pengembangan budaya dan pariwisata, muaranya adalah kesejahteraan masyarakat. Karena usaha-usaha tersebut dapat menggerakkan perekonomian masyarakat.
 
Becky Mahardi mengungkapkan, kedatangannya ke Bali memang untuk belajar melestarikan dan mengembangkan kesenian Betawi. Bali menurut Becky, dianggap daerah yang paling maju dalam pengembangan kesenian dan budaya. Ia menambahkan, di tahun 2015 sudah DKI telah membuat Perda pelestarian budaya. Namun Becky merasa perlu melakukan study banding lagi ke Bali.
 
Lembaga Kebudayaan Betawi sendiri adalah sebuah organisasi non pemerintah yang mewadahi sekitar 76 seniman dan budayawan Betawi.
 
“Kami merupakan mitra Pemprov DKI yang konsen tentang kebudayaan dan kesenian Betawi,” imbuhnya.
 
Ia juga mengatakan ke depan ingin pengembangan tersebut bisa mendatangkan wisatawan. Sehingga, DKI Jakarta bisa menjadi daya tarik wisata juga di bidang kebudayaan. (*)