Yonathan Andre Baskoro Beberkan Capaian Dua Tahun di DPRD, Infrastruktur Jadi Fokus Utama

0
2

DENPASAR, REPORTASE BALI- Memasuki dua tahun masa tugasnya sebagai anggota legislatif, Yonathan Andre Baskoro melakukan refleksi atas kinerja yang telah dijalankannya. Ia menegaskan komitmennya untuk terus mengawal setiap aspirasi masyarakat hingga terealisasi, khususnya persoalan infrastruktur yang masih menjadi keluhan utama warga.

Menurut Yonathan, selama dua tahun menjalankan fungsi sebagai wakil rakyat, dirinya berupaya menjalankan tugas pengawasan dan menyerap aspirasi masyarakat secara maksimal. Meski menyadari belum semua persoalan dapat diselesaikan secara sempurna, ia memastikan seluruh aduan akan terus diperjuangkan hingga tuntas.
“Puji syukur selama dua tahun ini saya sudah bekerja semaksimal mungkin. Walaupun mungkin belum semuanya bisa sempurna 100 persen, saya tetap berkomitmen melanjutkan fungsi pengawasan agar semua keluhan masyarakat bisa ditindaklanjuti hingga dieksekusi oleh pemerintah,” ujar Yonathan yang menjabat Anggota Komisi I DPRD Kota Denpasar ini ditemui, Minggu (2/8/2026).

Ia menjelaskan, sebagai anggota legislatif, perannya adalah mengawal aspirasi masyarakat agar menjadi perhatian pemerintah daerah. Karena itu, setiap laporan yang benar-benar menyangkut kebutuhan masyarakat akan terus didorong agar segera direalisasikan. “Sebagai representasi masyarakat, kami mengetahui kebutuhan warga di lapangan. Karena itu, setiap aduan yang belum ditindaklanjuti akan terus kami kawal sampai selesai,” katanya.

Infrastruktur Masih Mendominasi Aduan

Yonathan mengungkapkan, mayoritas laporan yang diterimanya selama dua tahun terakhir berkaitan dengan persoalan infrastruktur. Perbaikan jalan lingkungan, jalan utama, hingga sistem drainase menjadi kebutuhan yang paling sering disampaikan masyarakat.
Menurutnya, percepatan pembangunan sangat penting dilakukan sebelum musim hujan tiba untuk meminimalkan potensi banjir di sejumlah titik rawan.
“Masih banyak laporan mengenai titik-titik rawan banjir yang belum ditangani. Ini menjadi momentum bagi pemerintah untuk mempercepat pekerjaan sebelum musim hujan datang,” ujarnya.

Berdasarkan hasil reses yang tercatat melalui sistem e-Pokir, terdapat 78 usulan resmi yang telah diajukan masyarakat. Dari jumlah tersebut, sekitar 60 hingga 70 persen telah ditindaklanjuti, sedangkan sisanya masih terus diperjuangkan.

Di luar usulan resmi tersebut, Yonathan menyebut masih ada ratusan aduan masyarakat lainnya yang masuk secara langsung dan tetap menjadi perhatian.
“Kalau aduan di luar sistem jumlahnya ratusan. Semuanya tetap kami tampung dan perjuangkan,” jelas anggota Komisi I DPRD tersebut.

Target Seluruh Usulan Terealisasi
Yonathan menargetkan seluruh usulan yang telah masuk melalui e-Pokir dapat terealisasi sebelum masa jabatannya berakhir. “Target saya harus 100 persen sampai jabatan saya selesai. Tentu sambil terus mengawal berbagai aduan baru yang terus disampaikan masyarakat,” tegasnya.

Selain menjalankan tugas sebagai legislator, Yonathan juga terus aktif dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat. Salah satunya melalui program kursus bahasa Inggris dan bahasa Jepang gratis yang telah dijalankan sejak 2016 melalui Gerakan Pemuda Bukaan Pemula. Program tersebut telah diikuti sekitar 2.500 peserta dari berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak hingga lansia. Pelatihan berlangsung selama tiga bulan secara intensif dengan pengajar dari kalangan profesional dan mantan guru, serta seluruh peserta memperoleh sertifikat yang diharapkan dapat menjadi bekal saat memasuki dunia kerja.

Bagi Yonathan, pengabdian kepada masyarakat tidak hanya dilakukan melalui fungsi legislasi dan pengawasan di DPRD, tetapi juga melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia agar masyarakat memiliki kesempatan yang lebih besar untuk berkembang.