DENPASAR, REPORTASE BALI- Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Provinsi Bali kembali menggelar Temu Remaja Kelompok Siswa Peduli Aids dan Narkoba (KSPAN) atau yang lebih dikenal dengan nama MUSPA BALI II Tahun 2026 di Buleleng Bali. Pertemuan awal sudah digelar Kantor Sekretariat KPA Bali pekan lalu. Rapat dipimpin langsung oleh Kepala Sekretariat KPA Bali Anak Agung Ngurah Patria Nugraha. Rapat tersebut dihadiri oleh seluruh elemen terkait lainnya mulai dari Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Dinas Pendidikan Provinsi Bali, Rumah Sakit Bali Mandara, Kisara, Kelompok Jurnalis Peduli Aids Bali, KPA Kota Denpasar, KPA Badung, Kelompok Mahasiswa Peduli AIDS Universitas Udayana dan berbagai elemen terkait lainnya.
Dalam rapat persiapan tersebut, Kepala Sekretariat KPA Bali Patria Nugraha mengatakan, MUSPA BALI II Tahun 2026 rencananya akan digelar di Wisma Nangun Kerthi, Desa Pancasari Buleleng pada September 2026. “Dalam MUSPA BALI II ini kita akan mengundang seluruh KSPAN dari 9 kabupaten dan kota di Bali, yang terdiri dari siswa/i tingkat SMP dan SMA/K. Per-kabupaten dan kota akan mengutus 25 peserta sehingga total peserta akan mencapai 225 siswa yang selama ini aktif dalam KSPAN dengan termasuk 5 pendamping dari Forum Guru dan KPA masing-masing kabupaten dan kota, panitia, juri lomba dan para pelaksana acara,” ujarnya Senin (20/7/2026).
Menurut Patria Nugraha, ada beberapa tujuan diselenggarakannya kegiatan MUSPA BALI II. Pertama, meningkatkan pemahaman siswa mengenai HIV AIDS, kesehatan reproduksi remaja, infeksi menular seksual dan penyalahgunaan narkoba. Kedua, sebagai ajang temu remaja dan berbagi pengalaman menjalankan program pencegahan HIV AIDS melalui jalur sekolah (kelompok siswa peduli Aids dan narkoba). Ketiga, meningkatkan kreativitas dan bakat kelompok siswa peduli Aids dan narkoba. Keempat, menyelaraskan gerakan pencegahan HIV AIDS kepada seluruh generasi muda melalui kegiatan KSPAN dan ikut serta dalam pencapaian Getting Three Zeroes untuk mengakhiri AIDS pada tahun 2030.
Para perwakilan dari masing-masing kabupaten dan kota harus memenuhi beberapa kriteria yakni merupakan anggota KSPAN di sekolah masing-masing yang dibuktikan dengan surat keterangan dari kepala sekolah, wajib membawa surat tugas dari instansi terkait dan harus sehat jasmani dan rohani. Kegiatan akan digelar selama dua hari berturut-turut yakni tanggal 29-30 September 2026 di Wisma Nangun Kerthi Desa Pancasari Buleleng.
Ada pun beberapa kegiatan yang dilakukan antara lain temu kelas dan lomba. Untuk temu kelas terdiri dari temu forum guru pembina KSPAN (dialog antarguru pembina), temu KSPAN (seluruh siswa peserta bertemu, berbagi pengalaman, pengetahuan dan seterusnya), temu capacity building (peningkatan kapasitas dan pengetahuan untuk pencegahan HIV AIDS dan Narkoba). Sementara untuk lomba antara lain, lomba Mading, lomba Tutor Sebaya, lomba video edukasi on the spot, dan Jejak KSPAN.
KPA Bali tetap menerima berbagai pengalaman, masukan, pikiran dari semua elemen terkait tentang MUSPA BALI II Tahun 2026, mulai dari peserta, materi lomba, materi temu wicara dan kepanitiaannya. Dalam pertemuan awal ini sudah dicatat berbagai masukan dari peserta rapat, tentang apa saja yang dapat dilakukan baik menjelang hari H maupun saat hari H nanti. “Ini baru pertemuan awal saja. Nanti kita akan mengundang secara resmi semua unsur terkait dan yang berpengalaman di bidangnya untuk menyukseskan acara ini,” ujarnya.




















