Mabit Berujung Aksi Sosial, Siswa SD Muhammadiyah 4 Denpasar Bagikan 40 Paket Sembako

DENPASAR, REPORTASEBALI.ID – Kegiatan Malam Bina Ilmu dan Taqwa (Mabit) di SD Muhammadiyah 4 Denpasar tidak hanya diisi dengan pembinaan keagamaan dan keterampilan siswa.

Kegiatan yang diikuti 59 siswa kelas 6 tersebut berlanjut dengan aksi sosial berupa pembagian 40 paket sembako kepada warga di sekitar lingkungan sekolah.

Penanggung jawab Mabit pertama SD Muhammadiyah 4 Denpasar, S. Zahrah Al Qadry, S.Pd.I., mengatakan kegiatan sosial tersebut menjadi bagian dari rangkaian pembelajaran yang diberikan kepada siswa.

“Alhamdulillah kita mendapatkan sekitar 40 paket dan itu sudah kita sebar hari ini. Mudah-mudahan bermanfaat untuk semua,” ujar Zahrah.

Paket sembako tersebut berasal dari donasi wali murid kelas 3 dan 4 SD Muhammadiyah 4 Denpasar. Setiap paket berisi beras, mi instan, minyak goreng, dan kecap.

Bantuan disalurkan kepada warga di sekitar lingkungan SD Muhammadiyah 4 Denpasar, antara lain di wilayah Pucuksari, Banjar Batur, dan Jalan Katalia.

Kepala SD Muhammadiyah 4 Denpasar, Juniardhi Setiawan, S.Pd.Gr saat membuka kegiatan Mabit, Sabtu (19/09).

Mabit Jadi Ruang Belajar Karakter

Sebelum aksi sosial digelar, siswa kelas 6 mengikuti rangkaian Mabit yang berlangsung sejak Sabtu pukul 09.00 Wita hingga Ahad pagi.

Menurut Zahrah, Mabit dirancang tidak hanya untuk memberikan penguatan keagamaan, tetapi juga melatih kemandirian, kedisiplinan, serta keterampilan yang dibutuhkan siswa dalam kehidupan sehari-hari.

“Untuk tema Mabit pertama ini banyak tentang life skill,” kata Zahrah.

Dalam kegiatan tersebut, siswa mengikuti sejumlah materi seperti public speaking, menulis bersama Ketua Komite SD Muhammadiyah 4 Denpasar, Ridwan, serta pembelajaran kewirausahaan melalui praktik membuat kue bolu batik.

Materi public speaking juga diberikan oleh kepala sekolah.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan renungan malam. Pada sesi tersebut, siswa diajak merefleksikan hubungan dengan keluarga dan lingkungan di tengah penggunaan gadget yang semakin dekat dengan kehidupan anak-anak.

“Di Mabit ini, selama 24 jam mereka berada di sekolah terbebas dari gadget dan ternyata mereka bisa mengikuti aktivitas yang asyik,” ujar Zahrah.

24 Jam Tanpa Gadget, Siswa SD Muhammadiyah 4 Denpasar Belajar Mandiri dan Berinteraksi

Libatkan Siswa Kelas 3 dan 4

Aksi sosial tersebut dirangkaikan dengan program Ahad Subuh Ceria Bermakna yang melibatkan siswa kelas 3 dan 4.

Para siswa datang ke sekolah untuk mengikuti salat Subuh berjemaah. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan kajian Tarjih, senam, dan sarapan bersama.

Dari rangkaian tersebut, siswa kemudian diajak melihat secara langsung lingkungan di sekitar sekolah melalui kegiatan bakti sosial.

Keterlibatan siswa kelas 3 dan 4 dalam rangkaian kegiatan menjadi bagian dari pembelajaran tentang kepedulian terhadap lingkungan dan sesama.

Zahrah mengatakan pihak sekolah berharap bantuan yang disalurkan dapat memberikan manfaat bagi warga penerima.

materi kewirausahaan dengan praktik membuat kue bolu batik.

Digelar Rutin Setiap Tahun

Mabit merupakan program rutin SD Muhammadiyah 4 Denpasar yang telah berlangsung sekitar 10 tahun. Kegiatan tersebut kini memasuki angkatan ke-21.

Khusus siswa kelas 6, Mabit dilaksanakan tiga kali dalam setahun. Selain itu, terdapat satu kali kegiatan Darul Arqam sehingga pembinaan siswa berlangsung sebanyak empat kali dalam setahun atau setiap triwulan.

“Untuk anak kelas 6, program Mabit ini ada tiga kali dalam setahun, plus satu kali Darul Arqam. Jadi kita melaksanakan ini per triwulan,” jelas Zahrah.

Melalui rangkaian tersebut, sekolah berupaya menggabungkan pembelajaran keagamaan, pengembangan keterampilan, pembentukan kemandirian, dan kepedulian sosial dalam satu kegiatan.

Bagi siswa, Mabit tidak hanya menjadi pengalaman belajar selama berada di sekolah, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mengenal lingkungan dan mempraktikkan nilai berbagi secara langsung.

 

Mungkin Anda Menyukai