DENPASAR, REPORTASE BALI- Sebanyak 30 atlit Muaythai profesional akan bertarung dalam Road to Freedom Internasional Muaythai Championship. Mereka berasal dari dalam negeri dan juga luar negeri akan bertemu di Atlas Bali pada Minggu (16/8/2026) sejak pukul 14.00 WITA hingga selesai. Acara ini digelar secara khusus dalam menyambut Hari Kemerdekaan RI tahun 2026. Event ini
menghadirkan pertarungan Muaythai berskala internasional di Atlas, Bali. Kejuaraan ini menjadi panggung bagi para atlet untuk menunjukkan kemampuan, mental bertanding, serta semangat sportivitas di hadapan penonton.
Promotor pertandingan Jeremias Abraham Luhukay menjelaskan, kompetisi tersebut mempertemukan petarung dari berbagai latar belakang dan menjadi bagian dari upaya mendorong perkembangan olahraga Muaythai di Bali maupun Indonesia. “Selain atlit Muaythai profesional Indonesia, juga berdatangan dari berbagai negara di dunia. Mereka berasal dari Belanda, Samoa, Maritus, New Zealand dan Australia. Kenapa kami libatkan orang asing karena kami ingin agar atlit Muaythai profesional Indonesia memiliki pengalaman bertanding berkelas dunia karena ini menjadi pengalaman tersendiri bagi atlit Muaythai profesional Indonesia,” ujarmya saat dikonfirmasi di Atlas Bali, Sabtu (15/8/2026).
Total atlit Muaythai yang berpartisipasi sebanyak 30 orang. Pertandingan akan dimulai sejak Minggu siang sekitar pukul 14.00 Wita hingga selesai. Ada 15 kali pertandingan. Dari semua itu, ada juga satu partai wanita, yang akan mempertemukan atlit Muaythai profesional Indonesia dengan atlit Muaythai profesional asal Belanda. Atlit Muaythai wanita Indonesia yakni Dwi Nur Halimah, peraih medali emas nasional di Bekasi tahun 2026. Road to Freedom Internasional Muaythai Championship juga menjadi kesempatan penting bagi atlet lokal untuk mendapatkan pengalaman bertanding melawan lawan dari level dan latar belakang berbeda. Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi modal untuk meningkatkan kualitas atlet Indonesia dalam menghadapi kompetisi yang lebih tinggi di level dunia.
Selain menyajikan pertandingan kompetitif, penyelenggaraan kejuaraan ini turut memperkuat posisi Bali sebagai salah satu destinasi sport tourism.
Suasana pertandingan.diyakini akan berlangsung penuh energi. Para atlet tampil dengan teknik, kecepatan, dan strategi masing-masing untuk meraih kemenangan. Dukungan penonton turut menambah atmosfer pertandingan sehingga ajang tersebut menjadi pengalaman olahraga sekaligus hiburan.
Dengan menggabungkan olahraga, hiburan, dan pariwisata, penyelenggaraan kejuaraan Muaythai internasional di Bali diharapkan dapat terus berkembang dan menarik lebih banyak atlet serta komunitas olahraga dari berbagai negara. Ajang ini sekaligus menegaskan bahwa Muaythai tidak hanya menjadi olahraga bela diri, tetapi juga wadah untuk membangun disiplin, keberanian, persahabatan, dan semangat kompetisi lintas negara.

