KLUNGKUNG, REPORTASEBALI.ID — Sebanyak 189 siswa SMKN 1 Klungkung mendapat pembinaan tentang pencegahan perundungan atau bullying dan etika bermedia sosial melalui inovasi KARMA (Kampanye Agama Ramah Masyarakat), Selasa (18/8/2026).
Program yang digelar Penyuluh Lintas Agama Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Klungkung itu mengajak siswa membahas persoalan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Di antaranya bagaimana membedakan candaan dengan tindakan yang menyakiti teman hingga kapan sebuah unggahan di media sosial dapat merugikan orang lain.
Pembinaan menghadirkan Penyuluh Agama Hindu, Islam, dan Kristen. Materi disampaikan dengan mengaitkan persoalan pelajar dengan nilai-nilai ajaran agama.
Siswa Diajak Pahami Dampak Bullying
Dalam materi tentang bullying, siswa diajak memahami bahwa perundungan tidak hanya berupa tindakan fisik. Ejekan, penghinaan, pengucilan, maupun tindakan yang membuat orang lain merasa tidak nyaman juga dapat termasuk perundungan.
Penyuluh Agama Hindu Kemenag Klungkung Dewa Ngakan Hardi Putra mengaitkan pencegahan bullying dengan ajaran Tat Twam Asi.
“Melalui ajaran Tat Twam Asi, kami mengajak siswa untuk memahami bahwa setiap orang memiliki perasaan yang perlu dihargai. Karena itu, sebelum bercanda, berbicara, atau bertindak kepada teman, penting untuk mempertimbangkan apakah hal tersebut dapat menyakiti orang lain,” ujar Dewa Ngakan Hardi Putra.
Nilai tersebut juga diperkuat dengan ajaran Catur Guru sebagai pedoman untuk belajar menghormati dan menghargai orang lain dalam kehidupan sehari-hari.
Dari perspektif agama Islam dan Kristen, para penyuluh juga menekankan pentingnya memperlakukan orang lain dengan baik.
Siswa diingatkan agar tidak menjadi pelaku bullying maupun ikut-ikutan ketika melihat temannya menjadi sasaran perundungan.
Diingatkan Bijak Bermedia Sosial
Pembinaan kemudian berlanjut pada penggunaan media sosial. Para siswa diminta lebih berhati-hati sebelum membuat unggahan, memberikan komentar, maupun membagikan informasi.
Media sosial dinilai dapat menjadi sarana untuk melakukan berbagai kegiatan positif. Namun, penggunaan yang tidak bijak juga berpotensi menimbulkan persoalan dan merugikan orang lain.
Melalui materi tersebut, siswa didorong untuk mempertimbangkan dampak setiap konten yang mereka buat dan bagikan.
Sekolah Apresiasi Pendekatan Lintas Agama
Kepala SMKN 1 Klungkung Sri Rejeki mengapresiasi pembinaan yang diberikan Kemenag Klungkung melalui KARMA.
“Kami berterima kasih karena Kemenag hadir dengan pendekatan lintas agama. Ini sangat relevan untuk membentuk siswa SMKN 1 Klungkung yang tidak hanya terampil, tapi juga berkarakter,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat membantu membentuk siswa yang memiliki karakter baik sekaligus menjadi generasi muda yang profesional.
Salah satu siswa, Made Kresna Dharma, juga mengapresiasi materi yang diberikan.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Kemenag yang telah memberikan sosialisasi di sekolah ini melalui KARMA. Saya selaku siswa sangat berterima kasih karena telah memberikan ilmu dari kampanye ini,” katanya.
Melalui KARMA, Kemenag Klungkung berupaya menghadirkan penyuluhan yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Bagi pelajar, materi keagamaan diarahkan pada persoalan praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti menghargai teman, mencegah bullying, dan menggunakan media sosial secara bijak.
Program tersebut juga sejalan dengan Asta Protas Kemenag RI yang digagas Menteri Agama RI Nasaruddin Umar, khususnya agenda meningkatkan kerukunan dan cinta kemanusiaan serta mewujudkan pendidikan yang unggul, ramah, dan terintegrasi.

