Nuanu Creative City Resmikan Nusantara, Destinasi Kuliner dan Budaya 9 Pulau Indonesia di Bali

TABANAN, REPORTASEBALI.ID – Nuanu Creative City resmi membuka Nusantara, sebuah destinasi kuliner dan budaya yang mengangkat kekayaan cita rasa, kopi, serta seni dari berbagai daerah di Indonesia. Berlokasi di kawasan Nuanu Creative City, Tabanan, Bali, destinasi ini mulai dibuka untuk umum pada 15 Agustus 2026.

Mengusung konsep perjalanan lintas nusantara, Nusantara menghadirkan pengalaman menikmati kuliner khas dari sembilan pulau di Indonesia, mulai dari Jawa, Sumatera, Bali, Lombok, Sulawesi, Kalimantan, Sumba, Flores, hingga Madura. Seluruh sajian disiapkan dengan mempertahankan teknik memasak tradisional dan menggunakan bahan baku yang diperoleh langsung dari produsen daerah.

CEO Nuanu Creative City, Lev Kroll, mengatakan Bali selama ini menjadi gerbang utama wisatawan untuk mengenal Indonesia. Melalui Nusantara, pihaknya ingin memperluas pengalaman tersebut dengan memperkenalkan keberagaman budaya dan kuliner dari berbagai daerah di Tanah Air.

“Bali adalah pintu gerbang Indonesia, dan kami ingin Nuanu membuka pintu tersebut lebih lebar. Para tamu kami telah jatuh cinta pada budaya Bali. Nusantara merupakan undangan bagi mereka untuk mengenal kekayaan kepulauan Indonesia lainnya, mulai dari kuliner, karya seni, hingga keberagaman budayanya,” ujar Lev Kroll dalam keterangan tertulis, Jumat (14/8/2026).

Menurutnya, konsep tersebut lahir dari keyakinan bahwa kekayaan budaya Indonesia mampu menjadi daya tarik utama tanpa harus mengadopsi konsep kuliner dari luar negeri yang kini banyak berkembang di Bali.

Salah satu daya tarik utama Nusantara adalah Warung Nine Islands, restoran sepanjang sekitar 120 meter yang menyajikan menu autentik dari sembilan pulau di Indonesia. Rempah-rempah digiling setiap hari dan setiap hidangan diolah mengikuti resep tradisional tanpa penyesuaian cita rasa.

Selain itu, tersedia Meja 36, area fine dining yang menghadirkan interpretasi modern terhadap kuliner Indonesia dengan tetap mempertahankan karakter rasa asli. Pengunjung juga dapat menikmati kopi single-origin dari Sumatera, Jawa, Sulawesi, dan Flores di The Mangrove Café, yang dipadukan dengan aneka jajanan pasar seperti klepon, dadar gulung, hingga kudapan berbahan pandan dan gula aren.

Di sisi seni dan budaya, Nusantara menghadirkan The Gallery yang dibuka melalui pameran bertajuk Indonesian Vision. Pameran ini menampilkan sekitar 1.000 artefak suku asli Indonesia hasil kurasi Pascal Morabito. Setiap koleksi dilengkapi panduan digital yang menjelaskan sejarah, teknik pembuatan, hingga konteks budaya di balik karya tersebut. Sejumlah artefak juga tersedia untuk dikoleksi, dengan sebagian hasil penjualannya disalurkan kepada para seniman.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali mencatat kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali sepanjang 2025 mencapai 6.948.754 orang atau meningkat 9,72 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Di tengah berkembangnya industri hospitality yang didominasi konsep internasional, Nuanu menilai kuliner Nusantara memiliki potensi besar untuk menjadi pengalaman baru bagi wisatawan.

Pemilik Nusantara, James Ephraim, mengatakan seluruh menu disusun melalui proses riset langsung ke berbagai daerah di Indonesia.

“Kami datang langsung ke para produsennya. Selama beberapa bulan kami menjelajahi sembilan pulau, bertemu nelayan, pemasok bahan pangan lokal, hingga para juru masak yang telah mempertahankan resep turun-temurun selama puluhan tahun. Tolok ukurnya sederhana, jika seorang nenek dari Padang mencicipi rendang kami dan langsung mengenalinya, berarti kami telah melakukan pekerjaan dengan benar,” kata James.

Tidak hanya menawarkan pengalaman kuliner dan budaya, Nusantara juga menjadi bagian dari program Nuanu Social Fund (NSF). Sebagian pendapatan yang diperoleh akan dialokasikan untuk mendukung berbagai program pelestarian budaya, lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat Bali.

Kehadiran Nusantara melengkapi pengembangan Nuanu Creative City sebagai kawasan kreatif seluas 44 hektare di Tabanan yang mengintegrasikan pendidikan, seni, budaya, wellness, hiburan, serta ruang hidup berbasis alam dalam satu kawasan.

Mungkin Anda Menyukai